kalimantan

“Gelang Penyu” ?!

Pernah dengar istilah “gelang penyu”? Gelang ini terkenal sekali sebagai oleh-oleh dari Derawan. Kalau main ke Derawan pasti aksesoris inilah yang selalu ditawarkan oleh para penduduk setempat. Namun saya sama sekali tidak tertarik melihatnya.

Ceritanya, tanpa sengaja saya berjumpa langsung dengan pengerajinnya dan bertanya beberapa hal kepada beliau.

Saya : “dari mana dapat cangkang penyu itu, pak?”

Pengerajin : “kami membelinya dari orang yang mengambilnya di laut.”

Saya : “lalu orang yang jual itu, gimana cara ngambilnya?”

Pengerajin : “mereka mengambilnya dari penyu yang sudah mati.”

Continue Reading →

Sangalaki, Kaya akan Manta dan Penyu..

Nah, sekarang kita bakal ngobrolin Sangalaki nih. Sangalaki merupakan bagian dari Kepulauan Derawan. Sebuah pulau yang hanya dihuni oleh orang-orang yang bekerja untuk monitoring keadaan penyu-penyu di sini, alias penjaga konservasi penyu. Satu-satunya bangunan yang ada di pulau ini adalah pos/stasiun pengawasan, dimana pengunjung bisa tanya-tanya mengenai penyu hingga sedetailnya.

Begitu sampai, kami langsung disambut dengan satu baskom besar berisikan tukik (anak penyu). Wah, lucu-lucu dan mengemaskan! Setelah cukup umur dan cukup kuat kondisinya, tukik-tukik ini akan dilepaskan ke laut kembali. Penjaga-penjaga inilah yang menjaga telur-telur penyu itu, sebelum akhirnya menetas seperti sekarang.

Continue Reading →

Derawan : Salah Satu Surga di Borneo..

Derawan ialah sebuah pulau kecil di Kalimantan Timur yang sangat menarik perhatian dunia pariwisata kita belakangan ini. Saya merasa sangat beruntung bisa menghabiskan liburan di pulau ini. Mulai dengan pantainya yang bergradasi hijau kebiruan, pasir putihnya yang halus bagai tepung hingga deretan pohon kelapa yang menambah keindahan tersendiri. Jika kalian ke sini, ada 3 pulau lain yang wajib dikunjungi, yaitu Sangalaki, Kakaban dan Maratua. Jaraknya deket kok, jamin gak bakalan nyesel deh.

Derawan sendiri ialah pulau yang sudah akrab dengan para turis. Dulunya, hanya turis asing saja yang berkunjung ke sini, kebanyakkan sih turis Malaysia. Mungkin karena jaraknya yang sangat dekat kali ya. Yah jadi tidak heran, kenapa turis-turis asing itu berlibur ke Derawan. Bukan hanya pantainya saja yang indah, tetapi pulau ini kaya akan penyu loh. Di mana-mana pasti ngeliat penyu, mau pagi-siang-sore-malam, pasti ketemu penyu deh. Bertemu penyu adalah magnet wisata terbesar di Derawan.

Continue Reading →

Berenang Bareng si Ubur-Ubur..

Mungkin banyak yang belum akrab dengan wisata Borneo ini yang satu ini, Kepulauan Derawan. Saya sendiri baru mengetahuinya sekitar 2 tahun belakangan ini. Ternyata ada empat pulau dalam gugusannya yaitu Derawan, Kakaban, Maratua dan Sangalaki. Sekarang Derawan sedang nge-hit dalam dunia pariwisata Indonesia. Apalagi Derawan menawarkan pesona lain dari image Borneo yang selama ini identik dengan hutan dan sungai. Memang sudah seharusnya Derawan unjuk kebolehannya hingga penjuru dunia, coba sebutkan apa yang tidak disediakan dalam kepulauan ini? Mulai dari pantai turquoise dengan pasir putih luas, keindahan alam bawah laut penuh terumbu karang, kaya akan manta, penyu, barracuda, hingga danau ubur-ubur.

Kali ini saya akan fokus cerita tentang Pulau Kakaban. Sebenarnya Kakaban hanyalah sebuah pulau kosong yang tak berpenghuni dan di dalamnya terdapat danau yang cukup luas. Nah, mahluk penunggu dalam danau inilah yang menjadi daya tarik wisatawan ke sini. Mau tau isinya apa? Danau ini penuh berisikan ubur-ubur, bagaikan kolam cendol lah. Haha. Pernah gak sih terbayang dalam diri kalian untuk berenang di antara ratusan bahkan ribuan ubur-ubur? Kebanyakkan pasti gak kan, yaiyalah kalau terkena serbuan sengatan ubur-ubur itu, pasti bisa langsung gak selamat. Tapi yang ini beda kawan, benar-benar tidak bahaya, malah aman dan menyenangkan.

Continue Reading →

Berbagi Bersama Anak-Anak Maratua..

Dengan pesawat terbang, kami menuju ke tanah Borneo. Ternyata, kami harus transit dahulu selama 1 jam di Bandara Sepinggan, Balikpapan. Lalu penerbangan pun dilanjutkan menuju Tarakan. Setibanya di Tarakan, sudah ada 5 mobil yang menunggu dan segera mengantarkan kami ke Pelabuhan Tengkayu.

Di pelabuhan sudah ada 1 speadboat carter-an yang siap mengantarkan kami ke Maratua. Perjalanan Tarakan-Maratua memakan waktu kurang lebih 5 jam. Sayangnya, ketika tiba di Maratua, hari sudah mulai gelap. Niat ber-sunset pun gagal tercapai.

Perjalanan dengan menggunakan berbagai jenis alat transportasi (udara-darat-air) pun membuat kami kelelahan. Kami pun segera menuju penginapan. Namun, keinginan untuk beristirahat dengan tenang pun sedikit terganggu. Kenapa? Karena sepanjang malam, kami selau mendengar suara lolongan anjing hutan, makin lama kian ramai, satu sama lain saling bersautan. Di Maratua, anjing hutan selalu berkeliaran di antara rumah penduduk ketika malam. Pantas saja, ketika sore tadi, segala macam alas kaki diminta untuk dipindahkan ke dalam rumah. Agar tidak dibawa anjing hutan ini, rupanya.

Yah, kegagalan ber-sunset pun, memompa semangat kami untuk bangun pagi. “Tidak boleh ketinggalan sunrise kali ini”, ujar dalam hati. Dengan kamera di tangan, kami pun melenggangkan kaki dengan riang menuju dermaga kecil. Beberapa rumah penduduk kami lalui, nampaknya belum ada aktivitas di dalamnya. Ternyata warga sini jarang yang bangun pagi toh. Hehe.

Continue Reading →