# Moluccas

Perjuangan Manis menuju Ora Beach, Maluku..

INDONESIA


Liburan kali ini, saya ingin menghabiskannya di Pantai Ora yang terletak di Pulau Seram, Maluku. Untuk menuju Pulau Seram, saya harus terbang dahulu ke Pulau Ambon, lalu setelah itu dilanjutkan dengan kapal cepat. Tepat pukul 7.15 pagi, pesawat saya mendarat di Bandara Pattimura, Ambon. Saya segera keluar dan menjumpai driver yang menjemput saya. Driver saya pun langsung ngebut menuju Pelabuhan Tulehu untuk mengejar kapar yang akan menyebrang ke Pulau Seram. Dari Bandara Pattimura menuju Pelabuhan Tulehu kira-kira akan memakan waktu 1-1,5 jam. Karena sedang long weekend, driver saya mengatakan bahwa hari ini ramai sekali tamu yang menuju ke sana. Mobil saya melaju sekencang-kencangnya agar bisa tiba lebih awal, sehingga saya masih bisa kebagian tiket kapal.

Sebenarnya saya tidak menginap di Ora Beach Resort sih, karena resort itu telah penuh sejak 2 bulan yang lalu. Saya akhirnya menginap di Lisar Bahari yang terletak di Desa Sawai, sedangkan Ora Beach Resort terletak di Desa Saleman. Walau terletak di dua desa berbeda, letak keduanya tidaklah terlalu jauh. Namun akses antar kedua desa tersebut hanya dapat dijangkau dengan perahu atau kapal kecil. Perbedaan kedua penginapan itu adalah jika Ora menawarkan cottage yang kebanyakan untuk kalangan menegah ke atas, sedangkan Lisar Bahari memberikan kamar dengan harga terjangkau untuk backpacker. Beruntung sekali rasanya, walau sedang long weekend kami masih kebagian kamar di sini. Apalagi saya baru tahu ternyata walau tidak menginap di Ora Resort, kami masih bisa bermain di pantainya. Karena pantainya ternyata terbuka untuk umum dan hanya perlu membayar Rp 25.000,-/orang. Asik banget kan.

Continue Reading →

Little Paradise in Kei Island, Maluku..

INDONESIA


Rasanya bahagia sekali, bisa meninggalkan rutinitas dan kerjaan yang menumpuk di meja. Saya memang sengaja mengambil cuti panjang untuk liburan ke pulau yang sudah lama ingin saya datangi ini. Tepat sehari setelah deadline kerjaan, saya langsung kabur ke bandara. Let’s get lost!

Dengan flight malam, saya terbang dari Jakarta menuju Ambon. Karena sudah kurang tidur berhari-hari, saya pun memilih untuk tidur saja dan menolak semua makanan yang dihindangkan selama penerbangan. Pesawat saya transit di Makassar, jadi ditawari makanan 2 kali, yang pertama saat rute CGK-UPG, lalu rute kedua UPG-AMQ. Walau tengah malam begitu, penumpang lain nampak lahap menikmati makanan yang disajikan. ‘Saya minta selimut aja deh, mbak pramugari, pengen tidur saja sampai mendarat di Ambon.’

Continue Reading →

Ambon Island, Ambon City..

Nampaknya cuaca sedang tidak bersahabat dengan kami. Hujan tidak berhenti menguyur pulau Ambon sejak kedatangan kami pagi itu. Akhirnya, kami pun hanya menghabiskan waktu di penginapan. Huff.

Ah, sudah tidak tahan lagi berdiam lebih lama di penginapan, kami pun akhirnya memutuskan untuk hajar saja, “ayo mari kita ke kota.” Setelah mendapat motor sewaan, kami pun bergegas menuju kota Ambon. Oya, jangan bingung dengan kata Ambon ya, karena ada “Pulau Ambon” dan “kota Ambon.” Penjelasannya begini, jadi di Pulau Ambon itu terdapat beberapa kota dan salah satunya adalah kota Ambon.

Continue Reading →

Ambon Manise..

Sekarang saya akan lanjutkan cerita sebelumnya ya. Nah, ada wisata unik lainnya di Ambon nih, wisata “belut raksasa!” Biasanya kalau diver dengar kata “belut” pasti langsung nebak Moray Eel ya. Yah, kalau dilihat dari besarnya sih memang mirip Moray, tapi ini di air tawar loh.

Kalau kata pak sopir, ada dua tempat di Ambon kalau mau melihat belut-belut raksasa itu. Satu ada di Liang dan satu lagi ada di Waii, beliau sendiri lebih merekomendasikan yang di Liang, karena menurutnya belutnya lebih banyak dan lebih besar, namun akses jalannya agak off road. Karena sedang musim banjir begini, kami cari aman aja deh, yang penting bisa pegang-pegang belut. Upss!

Continue Reading →