Travel Notes

Masjid Sejarah..

Saat sedang melihat koleksi foto travelling di computer, saya baru sadar ternyata punya banyak koleksi foto masjid di Indonesia. Foto-foto itu didapat ketika saya kebetulan singgah di kota tempat masjid itu berada. Dan saya teringat kalau diantaranya ada beberapa masjid yang kental dengan nilai sejarahnya. Penasaran seperti apa sejarahnya? Yuk, coba simak beberapa info yang saya dapatkan ketika berkunjung ke sana. Mari kita mulai dari Indonesia bagian barat, lalu lanjut ke timur ya.

Pertama, cerita perjalanan saya sewaktu ke Banda Aceh, sebenarnya saya ingin berhenti sejenak di masjid ini. Namun, nampaknya crew televisi ini tidak mau ketinggalan hunting sunset di Pantai Ulee Lheu. Jadilah, saya hanya foto dari dalam mobil. Padahal masjid ini merupakan salah satu saksi sejarah ketika bencana tsunami menerjang Aceh tahun 2004. Satu-satunya bangunan yang tetap berdiri, padahal semua bangunan di sekitarnya rata dengan tanah. Ini adalah Masjid Baiturrahim yang merupakan peninggalan Sultan Aceh pada abad ke-17. Awalnya masjid ini bernama Masjid Jami’ Ulee Lheu. Namun pada 1873, Masjid Raya Baiturrahman dibakar Belanda, sehingga masyarakat terpaksa melakukan sholat Jumat di Ulee Lheue. Karena itu lah namanya berganti menjadi Masjid Baiturrahim.

Aceh

Continue Reading →

Sunrise and Sunset..

Istilah hunting sunrise atau sunset, pasti sudah tidak asing lagi bukan? Bahkan hal ini, menjadi ritual rutin bagi beberapa traveller, rasanya tidak lengkap travelling-nya tanpa dokumentasi sunrise atau sunset. Saya sendiri sering kali menyempatkan waktu di kala travelling untuk ber-hunting ria momen ini.

Yah, seperti pendapat banyak orang kalau mengabadikan momen sunset itu jauh lebih mudah dibanding sunrise, dan saya pun setuju banget dengan pendapat itu. Foto sunrise saya banyak yang ‘gagal’ dibanding sunset. Dan perjuangan untuk hunting sunrise itu jauh lebih ‘berat’ dibanding sunset yang fun banget.

Continue Reading →

Ambon Island, Ambon City..

Nampaknya cuaca sedang tidak bersahabat dengan kami. Hujan tidak berhenti menguyur pulau Ambon sejak kedatangan kami pagi itu. Akhirnya, kami pun hanya menghabiskan waktu di penginapan. Huff.

Ah, sudah tidak tahan lagi berdiam lebih lama di penginapan, kami pun akhirnya memutuskan “sudah hajar saja, ayo mari kita ke kota.” Setelah mendapat motor sewaan kami pun bergegas menuju kota Ambon. (Eits, jangan bingung dengan kata Ambon ya. Singkatnya begini, jadi di Pulau Ambon itu terdapat beberapa kota dan salah satunya adalah kota Ambon.)

Bentuk pulau ini sangatlah unik, seperti dua pulau yang disatukan oleh sepotong daratan kecil.

Continue Reading →

Ambon Manise..

Hm, masih penasaran dengan apa yang kemarin kami temukan di Ambon kan?. Ini dia! Yah, tidak heran kenapa kami gak bisa menemukan benteng itu, karena akses masuknya kini tertutup untuk publik. Karena itu pula ketika kami mencari di sekitar sini, mungkin poster ini tertutup oleh gerobak-gerobak masyarakat yang sedang berjualan. Namun, siang ini nampak para penjual belum membuka dagangannya sehingga poster ini bisa terlihat jelas seperti sekarang.

Continue Reading →

Wisata Tsunami..

Banda Aceh menawarkan suatu wisata yang berbeda dibanding daerah lain di Indonesia. Wisata yang mengingatkan kita akan bencana tsunami yang melanda Aceh di akhir tahun 2004 lalu. Tsunami yang menerjang Aceh banyak meninggalkan bukti sejarah akan keganasan tumpahan air yang datang saat itu. Bukti-bukti itu lah yang kini dijadikan objek wisata tsunami oleh pemerintah setempat.

Okay, kepergian kami ke Aceh ini ialah dalam rangka syuting untuk acara Happy Holiday Trans 7. Di sini saya bersama 3 teman saya, bertugas sebagai host untuk episode Banda Aceh dan Sabang. Dan wisata tsunami ini merupakan hari terakhir kami syuting di Aceh. Karena padatnya jadwal syuting ada satu tempat yang tidak dapat kami kunjungi yaitu Museum Tsunami. Ya ampun, padahal arsitek museum itu dosen saya sendiri loh. Haduh!

Syuting pertama dimulai di Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Apung. Awalnya benda ini merupakan sumber listrik untuk warga Banda Aceh, dan ‘parkir’ di Pelabuhan Ulee Lheue. Namun akibat hantanam gelombang tsunami yang sangat kuat, tongkang seberat 2600 ton ini pun terseret hingga 4 kilometer jauhnya. Tongkang yang tadinya berada di laut kini terdampar di antara rumah-rumah penduduk. Entah berapa banyak rumah yang habis tertimpa benda raksasa ini coba?

Continue Reading →