Travel Notes

Melaka, the Red Town..

MALAYSIA


Setibanya di Kuala Lumpur International Airport (KLIA), saya segera membeli tiket KLIA Ekspres untuk menuju KL Sentral. Karena sedang buru-buru, saya terpaksa menggunakan KLIA Ekspres, yang ternyata harganya lumayan mahal. Dalam 40 menit, saya sudah tiba di KL Sentral dan segera menyelesaikan segala urusan saya di Kuala Lumpur. Selesai urusan bisnis, saya jadi bingung mau ke mana lagi di Malaysia ini. Akhirnya, saya mampir ke Tourist Information Center (TIC) di KL Sentral. Saya kagum sekali dengan servis TIC di sini, benar-benar sangat membantu dan memberikan info sedetail-detailnya, mulai dari jadwal bus hingga ongkos angkutan umum yang digunakan. Setelah membandingkan beberapa brosur wisata Malaysia, pilihan pun jatuh pada kota tua Melaka.

Continue Reading →

Diving in USS Liberty Shipwreck..

INDONESIA


Bagi para diver, siapa yang tidak pernah mendengar Tulamben di Bali? Ini adalah salah satu dive spot yang menarik perhatian dunia, dimana sebuah bangkai kapal besar terbaring di dasar laut Bali bagian timur ini. Bangkai kapal kargo ini bernama USS Liberty yang terkena tembakan tornado kapal selam Jepang saat Perang Dunia II berlangsung. Awalnya kapal ini ditemukan di Selat Lombok sekitar tahun 1942. Kemudian bangkai kapal ini rencananya akan dibawa ke Singaraja, Bali Utara. Namun akhirnya diputuskan untuk ditenggelamkan kembali di Tulamben.

Kini bangkai kapal ini telah dipenuhi oleh coral di sepanjang badannnya dan menjadi rumah bagi bermacam spesies ikan. Wreck ini tergolong sangat besar dengan panjang yang mencapai 120 meter. Walau begitu, letak posisinya sangat mudah diakses loh. Bagian terdalamnya hanya sampai di kedalaman 30-an meter. Dan untuk sampai ke spot ini, biasanya divers tidak perlu menggunakan boat, namun bisa berjalan dari pantai saja, karena jaraknya hanya sekitar 10 meter.

Continue Reading →

Ancient Temple of Angkor Wat..

CAMBODIA


Selesai makan malam, saya bersama teman-teman berdiskusi dengan supir tuk-tuk yang akan mengantarkan kami berkeliling kompleks Angkor. Tuk-tuk adalah sejenis kereta yang ditarik dengan motor dan menjadi kendaraan lokal di Kamboja dan Thailand. Sesuai harga yang sudah disepakati, supir tuk-tuk tersebut akan menjemput kami sekitar 4.30 pagi dan pulangnya mengantarkan kami kembali ke hotel. Supir tuk-tuk itu juga mengingatkan kami untuk berpakaian sopan, seperti tidak pakai celana pendek atau baju tanpa lengan. Kerana ada beberapa spot yang mengharuskan pengunjungnya berpakaian rapi untuk dapat masuk ke dalamnya.

Jarak dari hotel saya di Siem Reap menuju kompleks Angkor hanya memakan waktu 15 menit saja. Setibanya di pintu masuk, kami segera membeli tiket yang berlaku untuk 1 hari. Di loket tiket ini, wajah kalian akan difoto dan dicetak pada kertas tiketnya loh. Dari loket tiket, kami berjalan memasuki kompleks Angkor Wat. Angkor Wat adalah peninggalan dari abad ke-12. Bentuknya sendiri merupakan replika dunia dalam wujud miniatur yang lebih kecil. Pada bagian tengahnya melambangkan Gunung Meru, sedangkan di sekitarnya melambangkan air dan daratan. Angkor Wat ini jugalah yang sekarang menjadi lambang dari negara Kamboja. Saya tidak akan berpanjang lebar menceritakan sejarah Angkor Wat dan teman-temannya. Buat yang mau tahu cerita sejarahnya, silahkan langsung mampir ke website resminya saja ya.


Continue Reading →

Vacation to Phi Phi Islands..

THAILAND


Sambil menyantap sarapan pagi, saya menunggu mobil jemputan yang akan mengantarkan saya menuju Phi-Phi Island. Tidak lama kemudian muncullah seseorang dengan secarik kertas yang berisikan daftar nama-nama peserta tour di tangannya. Orang itu pun memanggil nama saya berulang-ulang. Sebelumnya saya memang sudah memesan paket tour Phi Phi Island ini melalui staff hotel saya. Saya pun segera menghabiskan kopi saya, dan menghampiri orang itu. Setelah memperkenalkan diri, saya mengikuti orang tersebut berjalan menuju parkiran. Di dalam mobil ternyata sudah dipenuhi oleh peserta tour lainnya dan saya adalah tamu terakhir yang dijemput dalam rombongan ini.

Kami diantarkan menuju pelabuhan Royal Phuket Marina. Di sana sudah menunggu seorang guide yang akan menemani kami sepanjang hari ini. Guide itu membagikan gelang karet berwarna orange kepada rombongan saya. Dia mengatakan bahwa kami akan bertemu banyak sekali rombongan lain nantinya. Jadi kalau terpisah atau tersesat, tinggal cari saja rombongan yang menggunakan gelang karet orange di tangannya. Selain itu, dia juga menjelaskan bahwa selain dia, akan ada beberapa staff lainnya di kapal yang akan membantu kami nantinya.

Continue Reading →

Menikmati Pagi di Phnom Penh..

CAMBODIA


Sebelum saya menginjakkan kaki di Kamboja, saya selalu membayangkan kondisi negara ini kumuh dan tidak tertata dengan baik. Tapi ketika saya tiba di Phnom Penh, tepatnya di sekitar area Royal Palace, saya menemukan taman kota yang luas tertata rapi dan dilengkapi bangku taman dan patung-patung. Selain itu, jalur untuk pejalan kakinya juga tergolong lebar loh. Wah, nampaknya tidak semua tempat di Kamboja seburuk dugaan saya. Oya, ada satu lagi yang di luar dugaan saya yaitu hampir semua yang saya bayarkan di Kamboja harus dalam US dollar, mulai dari beli kopi, naik tuk-tuk, hingga tiket masuk. Tapi uang kembalian yang saya terima malah dalam Riel Kamboja. Haha.

Continue Reading →