Travel Notes

Pencarian sang Ocean Sunfish..

INDONESIA


Sejak 2008, setiap pertengahan tahun saya selalu terbang ke Bali. Tujuan saya cuma satu yaitu diving di Nusa Penida. Kalau bulan-bulan lainnya, saya bebas deh mau diving di mana saja. Tapi kalau sekitar bulan Juni-Agustus, saya pasti dan wajib diving di Nusa Penida. Ada satu mimpi saya yang belum terwujud selama diving di Bali yakni bertemu sang Ocean Sunfish (Mola-mola). Padahal sudah ratusan diver dari luar negeri berhasil bertemu dengan Mola-mola ini, tetapi kenapa saya yang diver Indonesia selalu gagal terus?

Setiap habis diving di Nusa Penida, saya selalu berharap bisa pulang dan langsung menuliskan pengalaman saya bertemu Mola-mola. Namun sudah 7 tahun saya mencoba dan hasilnya nihil semua. Walau belum berhasil diving bareng Mola, tapi saya merasa sedikit agak lega sekarang. Karena saya sudah melihat langsung wujud Mola-mola ini, walau dalam aquarium di Osaka, Jepang. Hehe. Sekarang saya bisa buka folder foto-foto Nusa Penida saya tanpa harus kecewa atau sedih lagi deh. Dan saya akan menceritakan beberapa pengalaman saya selama diving di Nusa Penida.

Continue Reading →

One Day In Pisa, Italy..

ITALY


Hari kedua di Italy, kami bergerak dari Rome menuju Pisa. Pasti sudah bisa nebak kan, kemana tujuan saya berikutnya? Yapp, mengunjungi menara miring (leaning tower) yang belasan tahun lalu pernah menjadi salah satu dari tujuh keajabaian dunia. Saat kami tiba, hari sudah cukup terik, kami pun memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu. Selagi di Italy, kami pesan menu Italian semua dong, mulai dari pizza, spaghetti, pasta, cappuccino dan ditutup dengan kelezatan gelato. Hmm, perfecto! Setelah perut terisi, kami pun mulai berjalan mengikuti keramaian yang menuju ke area menara miring.

Di sepanjang jalannya, dipenuhi dengan orang-orang yang berjualan souvenir. Mulai dari tempelan kulkas, snowball, kaos, topi, tas dan barang pajangan lainnya. Saran saya sih, kalau mau beli souvenir nanti saja pas sudah selesai keliling daripada bawa tentengan kemana-mana kan. Gak perlu takut kehabisan, karena penjualnya banyak tersebar dimana-mana. Selain penjual souvenir, ada juga beberapa atraksi jalanan yang cukup menarik perhatian. Kalau mau foto atraksi itu, sebaiknya kalian siapkan koin dilemparkan di dekatnya. Kalau cuma foto-foto saja, nanti malah diplototin sambil ditunjuk-tunjuk kayak temen saya. Haha.

Continue Reading →

Melaka, the Red Town..

MALAYSIA


Setibanya di Kuala Lumpur International Airport (KLIA), saya segera membeli tiket KLIA Ekspres untuk menuju KL Sentral. Karena sedang buru-buru, saya terpaksa menggunakan KLIA Ekspres, yang ternyata harganya lumayan mahal. Dalam 40 menit, saya sudah tiba di KL Sentral dan segera menyelesaikan segala urusan saya di Kuala Lumpur. Selesai urusan bisnis, saya jadi bingung mau ke mana lagi di Malaysia ini. Akhirnya, saya mampir ke Tourist Information Center (TIC) di KL Sentral. Saya kagum sekali dengan servis TIC di sini, benar-benar sangat membantu dan memberikan info sedetail-detailnya, mulai dari jadwal bus hingga ongkos angkutan umum yang digunakan. Setelah membandingkan beberapa brosur wisata Malaysia, pilihan pun jatuh pada kota tua Melaka.

Continue Reading →

Diving in USS Liberty Shipwreck..

INDONESIA


Bagi para diver, siapa yang tidak pernah mendengar Tulamben di Bali? Ini adalah salah satu dive spot yang menarik perhatian dunia, dimana sebuah bangkai kapal besar terbaring di dasar laut Bali bagian timur ini. Bangkai kapal kargo ini bernama USS Liberty yang terkena tembakan tornado kapal selam Jepang saat Perang Dunia II berlangsung. Awalnya kapal ini ditemukan di Selat Lombok sekitar tahun 1942. Kemudian bangkai kapal ini rencananya akan dibawa ke Singaraja, Bali Utara. Namun akhirnya diputuskan untuk ditenggelamkan kembali di Tulamben.

Kini bangkai kapal ini telah dipenuhi oleh coral di sepanjang badannnya dan menjadi rumah bagi bermacam spesies ikan. Wreck ini tergolong sangat besar dengan panjang yang mencapai 120 meter. Walau begitu, letak posisinya sangat mudah diakses loh. Bagian terdalamnya hanya sampai di kedalaman 30-an meter. Dan untuk sampai ke spot ini, biasanya divers tidak perlu menggunakan boat, namun bisa berjalan dari pantai saja, karena jaraknya hanya sekitar 10 meter.

Continue Reading →

Ancient Temple of Angkor Wat..

CAMBODIA


Selesai makan malam, saya bersama teman-teman berdiskusi dengan supir tuk-tuk yang akan mengantarkan kami berkeliling kompleks Angkor. Tuk-tuk adalah sejenis kereta yang ditarik dengan motor dan menjadi kendaraan lokal di Kamboja dan Thailand. Sesuai harga yang sudah disepakati, supir tuk-tuk tersebut akan menjemput kami sekitar 4.30 pagi dan pulangnya mengantarkan kami kembali ke hotel. Supir tuk-tuk itu juga mengingatkan kami untuk berpakaian sopan, seperti tidak pakai celana pendek atau baju tanpa lengan. Kerana ada beberapa spot yang mengharuskan pengunjungnya berpakaian rapi untuk dapat masuk ke dalamnya.

Jarak dari hotel saya di Siem Reap menuju kompleks Angkor hanya memakan waktu 15 menit saja. Setibanya di pintu masuk, kami segera membeli tiket yang berlaku untuk 1 hari. Di loket tiket ini, wajah kalian akan difoto dan dicetak pada kertas tiketnya loh. Dari loket tiket, kami berjalan memasuki kompleks Angkor Wat. Angkor Wat adalah peninggalan dari abad ke-12. Bentuknya sendiri merupakan replika dunia dalam wujud miniatur yang lebih kecil. Pada bagian tengahnya melambangkan Gunung Meru, sedangkan di sekitarnya melambangkan air dan daratan. Angkor Wat ini jugalah yang sekarang menjadi lambang dari negara Kamboja. Saya tidak akan berpanjang lebar menceritakan sejarah Angkor Wat dan teman-temannya. Buat yang mau tahu cerita sejarahnya, silahkan langsung mampir ke website resminya saja ya.


Continue Reading →