Friends Stories

Ingin Ikutan Berbagi Cerita?

Bagi yang ingin berbagi pengalaman seru travelling-nya, silahkan kirim cerita kalian dengan ketentuan :

  • Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan tanda baca yang benar.
  • Merupakan pengalaman perjalanan pribadi, bukan karangan atau fiksi.
  • Sertakan juga biografi singkat dan 2-3 foto yang berhubungan. Jika ada banyak foto silahkan digabung dalam 1 frame foto.
  • Diketik dengan format Microsoft Word
  • Setiap orang boleh mengirimkan lebih dari 1 cerita.

Kirimkan ke kelilingbumi@gmail.com dengan subject : SHARING – Judul Cerita

Selamat berkarya dan semangat berbagi! 🙂

Langkawi..

MALAYSIA


Langkawi, masih terasa asing ketika mendengar nama ini. Langkawi sebenarnya merupakan suatu gugusan kepulauan di bagian Kedah, Malaysia, dimana Pulau Langkawi merupakan pulau terbesarnya. Letak Pulau Langkawi sendiri berseberangan dengan Pulau Sumatra, Indonesia. Menurut sejarahnya, pulau ini terbentuk 500 juta tahun yang lalu yaitu pada zaman Kambria. Pada zaman itu, sebuah benua besar bernama Gondwana yang terletak di Kutub Selatan terpecah menjadi cebisan tanah yang kecil, yang kini dapat dijumpai di 4 tempat belahan bumi yaitu Afrika, Australia, India, dan Langkawi.

Pulau Langkawi memiliki banyak sekali gugusan pulau yang indah. Pulau-pulau yang paling dikenal adalah Pulau Dayang Bunting, Pulau Singa Besar, Pulau Timun, Pulau Tuba dan Pulau Langun. Untuk sampai ke Pulau Langkawi ada beberapa alternatif, pertama bisa melalui jalur darat, dari Kuala Lumpur – Kuala Perlis sekitar 5 jam, lalu dilanjutkan dengan kapal sekitar 1 jam menuju Pulau Langkawi. Selain itu, bisa juga menggunakan pesawat terbang dari Kuala Lumpur langsung ke Pulau Langkawi. Tapi kali ini, saya ingin bertualang dengan mengambil jalur dari Penang. Dari Jakarta, singgah dan bermalam di Penang, untuk mempersiapkan segala sesuatunya sebelum menuju Langkawi. Dari bandara Penang, saya langsung menuju homestay di George Town, Komtar. Untuk menuju Komtar, saya harus naik bus 405 E dari bandara dengan tarif RM 2,7. Saran saya, sebaiknya sediakan uang pas untuk naik bus di Penang, karena apabila uang kalian “lebih,” maka tidak akan dikembalikan. Dengan kata lain, tidak ada uang kembalian.

FS - Arnis - Langkawi Sky Bridge

Continue Reading →

Kapal Pesiar dan Komodo..

Sekitar awal tahun 2009, kapal pesiar asing tempat saya bekerja, Holland America Lines, turun sauh di perairan laut Flores. Saya, kru kapal, serta ratusan tamu dari berbagai belahan dunia mengunjungi salah satu tempat yang menjadi salah satu nominasi 7 Keajaiban Dunia, Komodo. Hewan buas itu hidup sejak beratus-ratus tahun lalu dan hidup dalam populasi yang seimbang di habitatnya di Kepulauan Komodo, Flores Timur Indonesia. Sudah ratusan bahkan mungkin ribuan orang mengunjungi kepulauan itu. Baik dengan menggunakan media kapal pesiar, ikut paket tur “sailing trip,” atau menyewa kapal pribadi.

Tentu saja setiap paket tur yang kamu pilih mempunyai kelemahan dan kelebihan masing-masing. Itu semua bisa disesuaikan dengan budget finansial dan waktu liburan yang tersedia serta jenis liburan seperti apa yang ingin kamu rasakan.

Dua dari tiga cara di atas sudah pernah saya lakukan; ikut tur dari kapal pesiar dan ikut paket tur “sailing trip.” Keduanya punya nilai cerita yang berbeda-beda. Tetapi ada satu hal yang mengganggu pikiran saya hingga saat ini.

FS - Thofan - Komodo

Continue Reading →

Kota Tua Jakarta..

Setelah menikmati kota Jakarta dari jalanan dan mencicipi 2 museum sebelumnya, kami lanjutkan perjalanan mengelilingi Kawasan Kota Tua Jakarta. Jangan lupa baca cerita sebelumnya ya. Setelah berjalan ke seberang Museum BI, kami mulai memasuki area alun-alun Museum Fatahilah yang menjadi landmark utama kawasan ini. Museum ini dulunya adalah pusat pemerintahan Belanda. Bangunan bergaya arsitektur Barok klasik ini dibangun menyerupai Istana Dam di Amsterdam. Di tengah bangunan terdapat sebuah taman yang sangat luas, lengkap dengan beberapa lampu dan bangku taman yang menarik. Cocoklah untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan penjelajahan.

Continue Reading →

Museum Terbaik ada di Jakarta..

Sekarang kami cicipi dulu tempat hiburan yang ada di ibukota. Bukan Ancol, Taman Mini ataupun mal-mal berkelas, tapi Kawasan Kota Tua Jakarta. Ada berbagai cara untuk berkunjung ke sini. Akan tetapi, jika ingin sekalian berkeliling melihat kota Jakarta, Trans Jakarta jawabannya. Tepatnya melalui koridor 1, rute Blok M – Kota seharga Rp 3.500,- disarankan untuk mulai naik dari halte Blok M, Masjid Agung, Bunderan Senayan, ataupun Gelora Bung Karno. Kenapa? Karena dari rute inilah anda akan dapat mencicipi sekilas titik-titik penting ibukota. Mulai dari bangunan bersejarah bangsa hingga pusat perbelanjaan ternama. Dimulai dari Stadion Utama Gelora Bung Karno, gedung-gedung pencakar langit di kawasan perkantoran SCBD, Monumen Nasional, Jembatan Semanggi, EX Plaza, Komplek Bundaran HI yang mencakup Kempinski Hotel (Hotel Indonesia), Grand Indonesia, Plaza Indonesia dan Wisma Nusantara, berlanjut ke pusat elektronik Glodok, hingga Stasiun Kota yang merupakan halte terakhir. Jalan M.H.Thamrin yang dilewati oleh Trans Jakarta koridor 1, juga merupakan salah satu jalan bersejarah bangsa yang dulunya dirancang sendiri oleh presiden pertama kita sebagai pusat proyek mercusuar bangsa.

Nah setibanya di halte terakhir, kami langsung melihat Stasiun Kota dan 2 bangunan megah di seberangnya berupa 2 museum yang akan jadi tujuan pertama kami. Untuk mengaksesnya, kami melewati terowongan melingkar dengan desain yang cukup unik dan modern. Namun sangat disayangkan kondisi terowongan ini kurang terawat. Nah, wisata pertama kami adalah Museum Bank Mandiri yang berdampingan Museum Bank Indonesia. Bayangan tentang wisata ke museum di Indonesia yang ada di pikiran kami harus dibuang jauh-jauh, 2 museum ini sudah ditata sedemikian rupa sehingga menawarkan hiburan yang menarik dan edukatif tentunya.

FS - Fahmi - Museum BI

Continue Reading →