The Triumphal Way..

FRANCE


Jika bingung mau mulai dari mana saat jalan-jalan di kota Paris, kalian bisa mencoba jalur the Triumphal Way (dikenal juga dengan sebutan the Historic Axis). Jalur ini menghubungkan beberapa gerbang atau monumen arch yang penting dan bersejarah di Paris dalam satu garis. Di paling barat ada the Grande Arche de la Défense, di tengahnya ada the Arc de Triomphe de l’Etoile, dan di ujung timurnya ada the Arc de Triomphe du Carrousel. Mungkin ada juga yang pernah mendengar istilah the Grand Axis, dimana biasanya orang cenderung menyebutkan semua aspek bersejarah yang berada dalam jalur itu, sehingga cakupannya lebih luas. Di mulai dari the Grande Arche de la Défense, the Arc de Triomphe de l’Etoile, the boulevard Champs-Elysées, the Obélisque de Luxor, the Tuileries Garden, the Arc de Triomphe du Carrousel, hingga the Louvre Museum. Tapi sekarang ini, saya hanya akan cerita tentang monumen arch pada the Triumphal Way saja ya.

Oke mari kita mulai dari monumen arch yang berusia paling muda ya, Grande Arche de la Défense. Monumen ini terletak di area business district La Défense yang jauh di sebelah barat kota Paris. Arch ini dibangun pada tahun 1989 oleh Presiden François Mitterand dalam rangka untuk memperingati 200 tahun terjadinya Revolusi Perancis. Grande Arche de la Défense adalah bangunan yang sangat besar dengan tinggi mencapai 110 m dan lebar 106 m. Bangunan ini berfungsi sebagai gedung perkantoran yang terdiri dari 35 lantai. Sebelum tahun 2010, di area rooftop-nya dapat digunakan sebagai area observasi untuk publik, dimana kita bisa melihat pemandangan kota yang sangat indah dari atas. Namun karena ada kerusakan pada lift-nya, maka sekarang akses ke rooftop telah ditutup. Padahal di atas sini, kita bisa melihat monumen Arch kedua dari sisi timur loh.

Arch kedua yang akan saya ceritakan adalah salah satu monumen yang paling terkenal di Perancis, Arch de Triomphe de l’Étoile. Monumen ini berdiri di tengah the Place Charles de Gaulle atau dikenal juga dengan sebutan the Place de l’Étoile. Posisi Arch ini sebenarnya berada di tengah 12 simpang jalan dan salah satunya adalah jalan ternama Champs-Élysées yang berada tepat menghadap sisi timurnya. Monumen ini dibangun pada tahun 1806 atas permintaan Napolean I untuk merayakan kemenangan perang dan mengenang jasa tentara-tentara yang gugur saat merebut kemenangan tersebut. Nama-nama tentara yang gugur pun terukir jelas pada dinding monumen ini. Ternyata di dalamnya juga terdapat museum kecil mengenai sejarah dan konsep design Arch de Triomphe ini sendiri. Sekedar info, bentuk arch ini dipilih karena Napoleon terinspirasi dengan The Roman Arch of Titus yang ada di Itali. Jika dilihat dari usianya, ini adalah monumen arch paling besar di dunia, dengan ukuran panjang 49,5 m, lebar 45 m, dan tinggi 22 m. Tepat di bagian atas monumen ini merupakan space terbuka yang dapat diakses oleh publik, dimana kita dapat memandangi keindahan kota Paris dengan leluasa, serta melihat Grande Arche de la Défense dari kejauhan.

Jika berjalan terus ke arah timur, kalian akan menemukan monumen arch ketiga yang ukuran setengah lebih kecil dari monumen arch sebelumnya yaitu Arc de Triomphe du Carrousel. Lokasi Arch ini berada di antara Louvre Museum dan Tuileries Garden. Sama seperti Arch de Triomphe de l’Étoile, monumen ini dibangun berdasarkan perintah Napoleon I untuk merayakan kemenangannya atas perang-perang yang dimenangkan oleh Grand Armee (sebutan tentara Perancis). Tahun pembuatannya pun bersamaan pada tahun 1808, dengan konsep yang juga meniru bentuk arch lain di Rome yaitu the Arch of Constantine dan the Arch of Septimius Severus. Di atas monumen ini ada sebuah patung perunggu “The Horses of Saint Mark’s” yang dulunya diambil dari gereja Basilica di Venice. Namun pada 1815, patung aslinya dikembalikan ke Venice dan digantikan dengan patung replika.

Dalam satu garis lurus, kita dapat mengunjungi beberapa monumen arch yang terkenal di Paris. Mulai dari yang berukuran paling besar hingga paling kecil dan mulai dari yang berusia paling muda nan modern hingga berumur tua dan kaya akan sejarah. Pengalaman seperti ini tidak ada salahnya jika kita coba saat jalan-jalan di Paris kan? Apalagi sebenarnya tidak hanya 3 monumen saja yang akan kalian lewati, namun lokasi yang termasuk dalam Grand Axis juga bisa sekaligus dikunjungi. Untuk lokasi yang lainnya, nanti akan saya bahas di cerita berikutnya ya. See you!

Additional information

– Harga tiket masuk Arch de Triomphe de l’Étoile: € 12

© kelilingbumi.com. All rights reserved. Do not duplicate without permission.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*