Numpang Landing di Rome..

ITALY


Kami landing di Italy saat tengah hari, oleh karena itu kami hanya punya waktu sekitar 4-5 jam saja di Rome, sebelum nanti malam lanjut lagi ke Pisa. Dengan waktu yang sangat terbatas, kami tidak bisa explore semua tempat wisata di kota ini. Padahal di sini banyak sekali bangunan tua bersejarah yang menarik untuk dikunjungi. Kayaknya akan lebih asik jika kami dapat menikmati Rome dengan santai sambil menyicipi gelato di tangan. Hehe. Walau kami terburu-buru dari satu tempat ke tempat lainnya, keindahan kota Rome sangat berkesan dan sulit untuk dilupakan, bahkan bikin nagih untuk balik ke sini lagi loh.

Tempat wisata wajib pertama yang kami datangi adalah Colosseum, kalau orang Italy sendiri menyebutnya dengan ‘Colosseo’. Ini adalah suatu mahakarya dari arsitektur zaman Romawi kuno dan sempat menjadi salah satu icon dari keajaiban dunia. Bangunan amphitheater ini dibangun atas perintah Kaisar Vespasian (dinasti Flavia) pada tahun 70 – 72 M. Kemudian, resmi dibuka kepada publik pada tahun 80 M oleh Titus (anak Vespasian), dengan nama Flavian Amphitheater. Bangunan ini berbentuk elips dengan diameter panjang 190 m dan diameter pendek 155 m. Keliling temboknya sepanjang 527 m, benar-benar bangunan yang luas sekali kan? Amphitheater ini sanggup menampung 50.000 penonton. Susunan tempat duduknya terdiri dari 4 lantai, dimana semakin dekat arena khusus untuk Kaisar dan petinggi pemerintahan, dan semakin ke atas untuk masyarakat kelas bawah.

Tujuan utama pembangunan Colosseum adalah tempat untuk memberikan hiburan gratis kepada rakyat. Walau namanya hiburan, tapi sebenarnya sering digunakan sebagai arena pertarungan berdarah. Pertarungan yang paling diminati adalah pertandingan gladiator dan pertarungan hewan buas. Yang menjadi gladiator biasanya adalah budak, tahanan kejahatan atau tawanan perang. Dan uniknya, ternyata di bawah lantai arenanya terdapat ruang bawah tanah yang digunakan sebagai ruang tunggu gladiator dan kandang hewan buas. Sekarang bangunan ini hanya tinggal sepertiga saja dari bentuk aslinya. Selain faktor usia, penyebab kehancurannya dikarenakan terjadinya gempa bumi dan penjarahan material yang digunakan untuk membangun bangunan lain. Sekarang yang kami lihat hanyalah sisa-sisa rentuntuhan yang selalu berhasil mengundang rasa penasaran wisatawan untuk datang kemari. Oh ya, kalau kalian ingin masuk ke bagian dalam Colosseum harus membeli tiket terlebih dahulu. Tapi jika hanya ingin berfoto di bagian luarnya, kalian tidak perlu beli tiket alias gratis.

Tepat di sebelahnya ada Arch of Constantine, sebuah gerbang yang dibangun pada tahun 315 M. Bangunan yang memiliki tinggi 21 m dan lebar 25 m ini dibangun sebagai perayaan kemenangan perang yang diraih oleh Constantine I. Gerbang ini kerap kali dikatakan sebagai kembaran dari The Arc de Triomphe du Carrousel di Paris loh. Oh ya sebenarnya di sekitar area ini, ada beberapa bangunan lain yang menjadi bukti masa kejayaan kerajaan Romawi seperti Patheon dan Roman Forum. Namun karena tidak sempat, kami langsung lanjut ke tempat wisata wajib kedua di Rome.

Trevi Fountain atau Fontana di Trevi adalah salah satu air mancur yang sangat terkenal di dunia. Ini juga merupakan air mancur terbesar di Rome, dengan tinggi 26,3 m dan lebar 49,5 m. Air mancur ini dibangun dengan gaya arsitektur Baroque yang dipenuhi berbagai patung dan ukiran di setiap sisinya. Pembangunannya dilakukan pada tahun 1732 atas perintah Paus Clement XII. Arsitek yang mendesainnya adalah Nicola Salvi yang berhasil memenangkan sayembara desainnya. Jadi tidak heran kenapa keindahan Trevi Fountain tetap memukau hingga sekarang, karena desainnya merupakan juara dari desain-desain arsitek lain yang mengikuti sayembara saat itu.

Air mancur ini dibangun tepat di ujung saluran mata air yang bernama Salone Spring. Saluran air kuno yang telah mengalirkan persedian air ke kota Rome selama ratusan tahun ini dikenal dengan nama Aqua Virgo. Oh ya kalau ke sini, jangan lupa ikutan lempar koin ke kolam ya. Ada mitos jika kita melempar koin dengan posisi membelakangi kolam lalu melemparkan koin dengan tangan kanan melewati bahu kiri, maka kita akan kembali lagi ke kota ini. Sebenarnya mitos kuno ini dulu berkembang hanya untuk orang Rome sendiri agar pulang kembali ke kota asalnya. Fakta uniknya adalah setiap harinya hampir 3.000 euro selalu terkumpul di dasar kolam ini. Ada sebuah lembaga yang mengumpulkan koin tersebut untuk digunakan sebagai subsidi kepada sebuah supermarket agar warga Rome yang kurang mampu dapat memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Sayangnya saat saya ke sini, air mancurnya sedang dalam maintenance sehingga air kolamnya pun kering. Tapi walau tidak ada airnya, saya tetap melemparkan koin ke dalam dengan harapan suatu saat bisa kembali lagi ke Rome.

Sebelum meninggalkan Rome, saya sempat mampir ke Altare della Patria, sebuah bangunan megah berwana putih di Piazza Venezia. Ini adalah sebuah monumen nasional yang dibangun untuk menghormati raja pertama yang berhasil menyatukan Italy bernama Victor Emanuele II. Oleh karena itu, bangunan ini sering juga disebut Monumento Nazionale a Vittorio Emanuele II. Tepat di depan gedungnya, kita dapat melihat patung Victor Emanuele II yang sedang menunggangi kuda. Karya arsitektur bergaya Neo Clasic ini mulai dibangun pada tahun 1885 – 1911. Bagian atas monumen ini berfungsi sebagai area observasi untuk publik, dimana kita dapat menikmati keindahan panorama kota Rome dari sini. Untuk naik ke atasnya, kita harus beli tiket dahulu agar dapat mengakses lift hingga ke lantai paling atas. Sayangnya kami tidak punya banyak waktu untuk mencobanya, karena kami harus lanjut lagi ke tempat wisata wajib berikutnya di Vatican. Mau tau cerita jalan-jalan kami di negara terkecil di dunia ini? Sabar ya.

Additional information

– Tiket masuk Colosseum : € 12 

– Tiket untuk naik ke atas Altare della Patria: € 7 

© kelilingbumi.com. All rights reserved. Do not duplicate without permission.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*