Rela Antri demi Pesona Kalibiru..

INDONESIA


Beberapa tahun belakangan ini, wajah Kalibiru sering kali muncul di berbagai social media, apalagi di instagram. Tempat ini nampaknya selalu masuk daftar wajib liburan di Jogja. Sebenarnya, lokasi Kalibiru tidak persis di kota Jogja sih, melainkan di daerah Kulon Progo yang membutuhkan waktu perjalanan sekitar 1 jam lagi dari kota. Karena lagi nge-hits banget, saya pun tidak mau ketinggalan dan ingin mencipipi keindahan Kalibiru secara langsung dong. Akhirnya setelah menginjakkan kaki di Jogja hingga ketiga kalinya, barulah saya bisa dapat kesempatan main ke sini. Walau telah sampai di lokasi, tepatnya di loket tiket, ternyata perjuangan sebenarnya barulah dimulai. Haha.

Saya ceritakan gambaran mengenai Kalibiru dulu ya. Jadi faktor utama yang membuat Kalibiru menjadi unik adalah keberadaan Waduk Sermo di tengah daerah Perbukitan Menoreh yang hijau dan luas di sekelilingnya. Ditambah lagi posisi Kalibiru yang berada pada ketinggian 450 mdpl, sehingga menjadikannya sebagai lokasi strategis untuk menikmati keindahan alam tersebut dari atas. Karena lokasi dan posisinya yang oke itu, sehingga daerah Kalibiru ini dijadikan spot foto untuk umum. Area fotonya pun difasilitasi dengan semacam mezanin kayu di atas pohon, yang menghadap Waduk Sermo. Jadi kalau ditanya apa tujuan orang-orang ke Kalibiru, jawabannya adalah untuk numpang foto di atas pohon. Walau numpang, tapi tidak gratis loh. Hehe.

Kalau mengira cuma ada 1 spot foto di Kalibiru, kalian salah besar loh. Di sini ada 3 spot foto pohon dan 1 spot foto panggung. Menurut saya, kalian tidak perlu naik ke semua spot foto pohon itu sih, cukup pilih salah satu saja. Karena ketiganya mirip, dimana semuanya pasti menghadap Waduk Sermo dan ada batang pohon di tengah mezaninnya. Yang membedakan dari ketiga spot foto pohon itu adalah jenis pohonnya yaitu pohon jati atau pohon pinus. Tinggal pilih saja, mau foto di pohon yang banyak ranting atau banyak daunnya.

Untuk naik ke mezaninnya, setiap pengunjung dipasangkan tali alat pengaman terlebih dahulu sebelum memanjat tangga ke atas. Nah, buat yang takut ketinggian, tapi tetap mau berfoto dengan background Waduk Sermo, tidak perlu khawatir ya. Karena ada spot foto panggung yang posisi tidak terlalu tinggi dan hanya perlu naik beberapa anak tangga saja. Yang membedakan dengan spot foto pohon adalah di spot ini tidak ada pohon di tengahnya. Nah karena tidak ada pohon, spot ini menjadi lebih luas sehingga cocok untuk foto beramai-ramai.

Di semua spot foto, kalian bisa menggunakan jasa foto yang tersedia (yang pastinya bayar) atau minta tolong teman kalian untuk memfotokan (jadi tidak perlu bayar). Kalau pakai jasa foto, semua kamera dan lightingnya telah disediakan dan nanti softcopy-nya bisa ditransfer ke HP atau flash disk. Oh iya, selain menjadi studio foto alam, di sini ternyata kita bisa mencoba flying fox dan main jembatan gantung juga loh.

Nah lanjutin cerita pengalaman saya waktu ke Kalibiru ya, di mana saat itu sedang long weekend. Saya tiba di sini sudah cukup sore sih, sekitar jam 15.00. Dan ternyata setiap spot foto pohon sudah dipenuhi dengan antrian yang panjang sekali. Setiap saya mau daftar di spot foto, pasti saya ditolak deh. Bahkan ada operator yang bilang, kalau mereka saja tidak bisa menjamin semua orang sudah mengantri ini dapat naik ke atas pohon sebelum gelap. Di setiap spot sudah ada puluhan orang yang antri, dan setiap orang biasanya memakan waktu 10-15 menit untuk berfoto di atas. Jadi bisa dikatakan dalam 1 jam hanya mampu mengakomodir 4-6 orang saja. Setelah berhitung, saya pun yakin kalau tetap nekat antri pun, pasti akhirnya percuma saja.

Tentu saja, saya tidak mau pulang ke Jakarta dengan tangan hampa dong. Saya putuskan untuk kembali lagi esok pagi, sebelum orang-orang ramai di sini. Setelah berkeliling, saya pun memilih spot pohon 1 saja, karena saya lebih menyukai pohon yang banyak cabangnya. Selanjutnya agar lebih pasti, saya mendaftarkan diri untuk besok pagi dan meminta contact operatornya. Sebenarnya tidak ada antrian untuk hari besok sih, cuma saya iseng aja buat jaga-jaga kalau besok tiba-tiba antrian membludak lagi. Yah setidaknya operator-nya sadar kalau saya sudah dua kali ke sini, dan bisa dapat keringan sedikit nantinya.

Sekitar pukul 7.00 pagi, saya sudah tiba di Kalibiru lagi. Saya pikir hanya saya saja di sini, namun kenyataannya sudah ada beberapa mobil yang parkir. Oh my god! Mau se-pagi apa lagi saya ke sini coba, padahal tempat ini jam bukanya adalah pukul 8.00 loh. Saya pun langsung meluncur ke spot pohon yang telah saya daftar kemarin. Ternyata di situ belum ada siapa-siapa, saya pun segera menghubungi operatornya dan mengabari kalau saya sudah datang dan saya adalah antrian nomor 1. Selama menunggu si operatornya datang, orang-orang pun berdatangan dan mulai berbaris membentuk antrian. Sekitar jam 8, akhirnya operatornya pun muncul dan memanggil nama saya untuk mempersilahkan saya naik pertama. Setelah puas berfoto bermacam gaya, saya pun turun ke bawah. Pas turun, saya melihat antriannya sudah sekitar 20 orang. Kalau kita berhitung, andaikan 1 orang kita anggap butuh 10 menit untuk foto di atas, maka orang ke-20 baru bisa foto sekirar 3 jam kemudian. Wow, padahal spot ini baru buka loh, dan jika saya telat beberapa menit saja bisa antri sampai berjam-jam. Fiuh. Untung banget, saya tidak telat bangun pagi hari ini, jadi hanya menghabiskan waktu sebentar saja di sini dan dapat meneruskan liburan saya ke tempat berikutnya deh.

Ini adalah bukti kalau Kalibiru ini benar-benar hits banget. Orang-orang sampai ikhlas bangun pagi dan mengantri berjam-jam demi sebuah foto ya. Saya pun sampai rela balik dua kali ke sini. Haha. Walau mesti balik lagi, saya rasanya puas banget sudah sampai ke sini. Ini merupakan cerita tersendiri bagi saya, yang membuat saya sedikit bangga berhasil menembus antrian lautan orang di saat long weekend. Haha. Jadi kalau tidak mau mengantri, datanglah saat weekdays ya. Terlepas dari itu semua, saya pribadi suka banget dengan keindahan alam yang ditawarkan oleh Kalibiru ini. Apalagi sistem pengelolaannya sudah sangat baik dan cukup profesional bagi saya. Andaikan tidak perlu antri, saya pasti dengan senang hati akan main lagi ke sini deh. Hehe.

Additional information

– Tiket masuk Wisata Alam Kalibiru : Rp 10.000,-

– Biaya tambahan di spot foto : Rp 10.000,-

© kelilingbumi.com. All rights reserved. Do not duplicate without permission.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*