One Fine Day in Brussels..

BELGIUM


Kalau dengar kata Brussels, rasanya cuma makanan yang ada dalam pikiran saya. Selama ini, saya jarang sekali googling soal kuliner saat travelling. Tapi untuk trip kali ini, saya berasa sampai nyaris ngences, pas bacain blog dan artikel orang-orang yang membahas kuliner khas Belgia. Saat tiba di Brussels, saya pun lebih fokus nyari cafe atau resto dibandingkan jalan-jalannya. Saya putuskan kami makan dulu deh, udah berapa hari keliling Eropa cuma makan fast food. Sekarang saatnya memanjakan mulut dengan yang enak nan lezat.

Lokasi yang langsung dituju adalah Grand Place (Grote Markt) yang merupakan alun-alun kota Brussels. Di antara bangunan-bangunan besar di sana, banyak lorong atau gang yang isinya cafe dan resto semua. Saya pun random masuk dan mulai ngemil sana sini. Kita bahas satu-satu ya, apa saja yang layak dicobain di Brussels ini :

1. Coklat

Selama ini kalau dapat oleh-oleh dari Belgia, pasti coklat merek Leonidas atau Godiva. Saya pun penasaran apa memang cuma 2 merek ini saja yang ada di Belgia ya? Dari hasil googling, saya menemukan toko coklat pertama di Belgia yang bernama Neuhaus. Ternyata Neuhaus cukup terkenal di Eropa loh, namun untuk Asia kayaknya coklat Leonidas yang lebih familiar ya? Mungkin karena packaging-nya Leonidas yang keren kali ya, jadi cocok untuk dijadikan oleh-oleh. Kalau lihat packaging Neuhaus sih hanya kotak biasa saja, tapi pas nyobain coklatnya. Ya ampun itu rasa coklat enak banget dan khas. Saya belom pernah makan coklat yang rasanya pas banget di mulut. Selama perjalanan, kerjaan saya ngunyah coklat mulu, saking enaknya. Biasanya coklat kan buat oleh-oleh tuh, kalau saya mah buat makan sendiri di jalan. Keburu meleleh kalo didiemin sepanjang jalan. Haha.

2. Kerang (mussel)

Nah, yang doyan seafood cocok banget nih, terutama yang suka menu dengan kerang sebagai bahan utamanya. Tapi ada yang perlu agak hati-hati di sini yaitu saat memilih restaurant-nya. Dari rumor yang beredar, ada beberapa resto yang kurang higienis dan gak bersih. Saya sempet baca keluhan turis-turis yang curhat di dunia maya karena mereka terpaksa menghabiskan liburannya di rumah sakit karena keracunan makanan sehabis makan kerang di daerah Grand Place. Kami pun mencoba selektif saat memilih resto untuk makan siang kami. Pas dapat resto yang cocok, ternyata menunya pakai bahasa Perancis dong. Untung temen saya ada yang bisa bahasa Perancis. Jadinya, dia deh yang milihin semua menu makanan sampe minumannya. Saya tinggal terima jadi aja.

3. Waffle

Di Belgia ada 2 jenis waffle yaitu Brussels waffle dan Liege waffle. Yang Brussels waffle berbentuk kotak dan rasanya renyah, biasanya disajikan dengan topping whipped cream, coklat atau potongan buah. Sedangkan Liege waffle biasanya berbentuk bulat, terasa lebih manis dan tekturnya padat.

Awalnya saya berniat nyobain waffle di Maison Dandoy. Dandoy adalah toko waffle yang sangat terkenal di Brussels. Hal ini karena Dandoy dianggap sebagai toko pembuat waffle tertua di Belgia sejak tahun 1829. Pas sudah berniat ke Dandoy, teman saya yang datang duluan ke Brussels sebelum saya, mengatakan bahwa Dandoy overpriced. Ternyata dia juga mendengar rumor mengenai kelezatan waffle Dandoy ini, dan ketika dia nyobain, menurut dia rasanya biasa aja dan menyesal mengeluarkan € 6 untuk sepotong waffle. Haha. Saya pun jadi ragu dan memutuskan beli waffle di kios pinggir jalan yang letaknya persis depan Dandoy. Hanya dengan € 1 saja, saya bisa menikmati waffle yang enak dengan topping nuttela dan strawberry. Walau terkesan murah, tapi serius ini enak banget. Waffle Belgia emang paling enak di dunia, gak peduli mau beli di toko manapun.

4. Kentang goreng

Bisa nebak kenapa kentang goreng? Padahal Bahasa Inggrisnya kentang goreng adalah french fries alias Perancis, kenapa bisa jadi Belgia ya? Ternyata awal muasalnya french fries itu adalah dari Belgia loh. French fries mulai terkenal saat Perang Dunia I, dimana waktu itu tentara Belgia masih menggunakan Bahasa Perancis dalam percakapan sehari-harinya. Karena itu tentara Amerika menyebut kentang goreng ini sebagai french fries. Sedangkan di Belgia sendiri, kentang goreng dikenal dengan sebutan frites (Bahasa Perancis). Kalau dingin-dingin begini, paling enak ngemil kentang goreng dengan cocolan mayonaise nih. Hmm, yummy!

5. Bir

Kalau yang mengenai bir, saya sih gak bisa komentar banyak sih. Karena gak doyan dan gak paham juga soal karakter bir. Yang jelas, bir adalah salah satu minuman yang highly recommended di Brussels. Buat yang doyang nge-bir, Brussels tempat yang cocok buat kalian coba, guys.

Setelah perut kenyang dan mulut bahagia, saatnya muter-muter lagi nih. Kamipun bergerak menjauhi Grand Palace dan masuk ke lorong/gang untuk mencari Manneken Pis. Sebuah patung bocah laki-laki yang sedang pipis di sudut jalan. Patung ini katanya dibuat pada tahun 1619. Untungnya, saya sudah antisipasi tidak ber-ekspektasi terlalu tinggi mengenai patung ini. Benar saja kan, pas lihat langsung, loh beneran cuma begini aja nih, kecil banget. Haduh, saya geleng-geleng kenapa patung ini bisa famous banget ya. Bahkan kayaknya ini adalah spot foto wajib buat turis yang datang ke Brussels. Tapi hal itu tidak berlaku buat saya, males ah berdesak-desakan cuma buat foto di situ.

Saya penasaran banget kenapa patung perunggu yang tingginya hanya 60 cm ini kok bisa jadi ikon Belgia sih? Ternyata beberapa versi berbeda yang menceritakan asal muasal patung ini. Yang paling unik sih, ada versi yang bilang anak ini sebagai pahlawan karena berhasil mematikan bom yang bisa menghancurkan seluruh kota dengan cara buang air kecil (pipis) tepat pada sumbu bom-nya. Pas saya datang patung ini dalam keadaan tidak berbusana, tapi katanya jika ada event tertentu, patung ini akan diberi kostum sesuai dengan tema event-nya.

Selain Manneken Pis, ada juga patung lain yang bernama Jeanneke Pis. Ini adalah patung kembaran Manneken Pis, hanya saja wujudnya berupa bocah perempuan yang sedang jongkok dan pipis juga. Ternyata selain 2 patung bocah pipis tersebut, ada satu lagi patung yang bernama Zinneke Pis. Kalau ini adalah patung anjing yang pastinya sedang pipis dan posisi kaki kiri belakangnya terangkat. Dua patung terakhir yang saya ceritakan kurang terkenal dibandingkan Manneken Pis. Dan kalau kalian tanya kenapa banyak patung sedang ‘pipis’ di kota ini, jujur saya juga bingung dan heran sendiri loh.

Oke, mari lanjut jelajah lorong dan gang berikutnya. Kali ini tujuannya adalah mencari mural kartun Tintin. Waktu kecil, saya suka banget sama Tintin. Walau sekarang sudah lupa semua ceritanya, rasanya saya tetap harus bertemu dengan Tintin di negara kelahirannya. Tidak hanya satu, tapi ada beberapa mural Tintin yang dapat ditemui di Brussels. Kalau masih kurang puas, bisa lanjut lagi ke Museum Herge. Museum ini dedikasikan untuk Herge, sang pencipta komik The Adventures of Tintin.

Berjalan agak jauh sedikit, kami bergerak menuju Chatedral of St Michael & St Gudule. Ini adalah gereja kathedral terpenting di Belgia, di sinilah tempat berlangsungnya prosesi pernikahan atau penguburan untuk anggota keluarga kerajaan. Sejarah gaya arsitektur gereja ini cukup unik nih, karena awalnya gereja ini dibangun dengan gaya Romanesque pada abad ke-11. Namun karena ada perluasaan bangunan gereja di tahun 1225, gereja ini dibangun dengan mengikuti gaya arsitektur yang sedang berkembang saat itu, yaitu Gothic. Dimana proses pembangunannya sendiri memakan waktu hingga 300-an untuk menjadi bangunan gereja gothic seperti yang saya lihat sekarang ini.

Sebenarnya ada lagi tempat yang ng-hits di Brussels yaitu Atomium. Ini agak di luar kota sih lokasinya. Hmm, saya sendiri gak ke sini, tapi temen-temen saya pada main ke sini. Saya gak tertarik lihat atom raksasa gitu, kayaknya akan lebih bahagia kalau stay di Brussels sambil ngemil coklat ini itu. Haha. Penasaran kayak apa wujudnya, di-googling aja ya. Kalau kata temen saya ya, bangunan itu dibangun tahun 1958 dan digunakan untuk pameran dulunya. Tingginya lebih dari 100 meter dan terdiri dari 9 bola raksasa (diamater 18 m) yang sebenarnya berfungsi sebagai museum dan galeri pameran. Bola-bola tersebut dihubungkan dengan eskalator atau lift. Katanya sih ini mirip Eiffel-nya Paris, karena di bola teratas merupakan dek panorama dengan view yang indah. Kalau kalian ke Atomium, bisa juga mampir ke Mini Europe. Karena letaknya dekat banget, tanggung kan kalo gak sekalian. Haha. Mini Europe sendiri adalah taman dimana di dalamnya berisikan bangunan landmark negara-negara Eropa dengan ukuran yang mini pastinya.

Menghabiskan waktu 1 hari penuh di Brussels, rasanya benar-benar produktif banget. Apalagi seharian ini mulut gak berhenti ngunyah terus, benar-benar bikin bahagia. Kapan-kapan mampir ke Brussels lagi ah! 

Additional information :

– Tiket Museum Herge : € 9

– Tiket Atomium : € 11

© kelilingbumi.com. All rights reserved. Do not duplicate without permission.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*