Mount Seorak, South Korea..

SOUTH KOREA


Langit nampak sedikit gelap dan udara dingin sangat menusuk di pagi ini. Walau begitu untung saja tidak hujan, jadi saya masih bisa melanjutkan perjalanan menuju Taman Nasional Seoraksan di Provinsi Gangwon. Saat memasuki area taman nasional ini, saya disambut sebuah patung beruang berwarna hitam. Saya pun berpikir apa ini menandakan bahwa ada beruang di kawasan ini ya? Dugaan saya salah total, ternyata dalam kepercayaan kuno orang Korea, beruang dipercaya sebagai asal muasal nenek moyang mereka. Jangan tanya saya kenpa begitu ya? Haha. Jadilah patung beruang ini merupakan bentuk penghormatan kepada leluhur dari masyarakat Korea.

Saya pikir kalau ke taman nasional, pasti hanya tanaman dan pepohonan saja yang akan saya temui di sini. Namun Seoraksan ternyata menawarkan banyak hal-hal menarik lain kepada pengunjungnya. Saat saya berjalan lebih ke dalam lagi, saya melihat ada sebuah patung perunggu Buddha yang sangat besar. Patung yang memiliki ketinggian hingga 14,6 m ini, ternyata dibangun pada abad ke-18. Dan di dekat patung ini, ada Sinheungsa Temple, sebuah kuil tua Buddha yang berdiri sejak abad ke-7. Di belakangnya, saya melihat deretan pegunungan tinggi berada di sekeliling kawasan ini. Sungguh pemandangan alam yang sangat indah.

Setalah puas berfoto-foto di area kompleks kuil, saya lanjut lagi berjalan menuju spot andalan dari taman nasional ini. Yang menjadi primadona di sini adalah Gunung Seorak yang memiliki ketinggian 1.700 mdpl. Gunung ini adalah gunung tertinggi ketiga di Korea Selatan. Ini merupakan puncak tertinggi dari rangkaian Pengunungan Taebaek. Nama Seorak terdiri dari kata seol artinya salju dan ak artinya gunung besar. Walau begitu tidak ada salju yang saya lihat saat ke sini, ternyata puncak gunungnya berwarna pucat sehingga terlihat seperti salju. Karena puncaknya terlihat seperti selalu tertutupi salju makanya dinamai Seorak.

Kalau sudah di gunung, enaknya lanjut sampai puncaknya kan ya? Untung saja di sini sudah terfasilitasi dengan baik, sehingga kita tidak perlu trekking untuk sampai ke puncaknya deh. Nama puncak tertingginya adalah Gwongeumseong Fortress. Kita bisa sampai ke puncak gunungnya dengan menggunakan cable car setiap 7 menit sekali. Oh iya, tahu tidak sih, ternyata cable car ini dibangun di Gunung Seorak sejak tahun 1971 loh. Setelah sampai di stasiun pemberhentian cable car, ternyata saya masih harus jalan sekitar 20 menit untuk benar-benar sampai di puncak tertingginya. Jalur pendakian ke atas merupakan tangga yang berbatu-batu. Namun jalurnya telah dilapisi karpet karet sehingga tidak licin deh. Saran saya sih sebaiknya pakai sepatu yang nyaman untuk trekking, karena kontur tanahnya tidak rata dan berbatu.

Setelah sampai di ujung jalur pendakian, saya melihat banyak batu-batuan besar dimana-mana. Oh ternyata Gunung Seorak merupakan gunung batu ya. Padahal bayangan awal saya saat mendengar kata gunung seperti gunung di Indonesia. Pemandangan yang ditawarkan Seorak berbeda dengan view pegunungan yang pernah saya lihat sebelumnya. Yah saya sih sedikit kecewa pas di sini, karena ekspektasi saya nampaknya sedikit berlebihan ya. Menurut saya, jauh lebih indah pemandangan gunung-gunung di Indonesia loh. Tapi untuk pengalaman baru, lumayanlah si Seorak ini.

Saat saya tiba di puncak sekitar pukul 11.00, namun kabutnya sudah tebal sekali. Udaranya pun terasa semakin dingin saja, padahal sudah pakai jaket tebal dan sarung tangan loh. Namun pipi saya masih saja terasa dingin beku. Di atas sini, harus extra hati-hati saat berjalan, karena pinggiran tebing gunungnya tidak terlihat jelas akibat tertutupi kabut. Kemudian view di sekitarnya pun tidak dapat terlihat sedikit pun karena tebalnya kabut. Karena khawatir turun hujan, saya pun bergegas kembali ke stasiun cable car untuk turun ke bawah.

Dalam taman nasional ini, terdapat beberapa spot-spot lain yang menarik untuk dicoba juga seperti Biseondae Rock, gua Geumganggul, air terjun Yukdam dan Biryong serta puncak Hendeulbawi  dan Ulsanbawi. Saat itu sih, saya sendiri hanya mengunjungi spot primadonanya saja si puncak Gwongeumseong Fortress. Buat yang hobi trekking, spot-spot yang saya sebutkan tadi itu jaraknya lumayan juga loh. Cocok bangetlah buat yang suka olahraga.

Additional information

– Tiket masuk : 3.500 won

– Tiket cable car (PP) : 9.000 won

© kelilingbumi.com. All rights reserved. Do not duplicate without permission.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*