Morning Run around Bayfront..

SINGAPORE


Di kala sang mentari baru menampakkan sinarnya, jogging santai menjadi salah satu pilihan yang menyenangkan untuk dicoba. Apalagi saat di Singapore, dimana biasanya pagi baru terasa terang saat menjelang pukul 8 AM, daripada kelamaan di kasur mending jalan-jalan keluar kan. Lebih enak lagi kalau joggingnya sambil menikmati keindahan kota. Akhirnya, saya iseng-iseng bikin jogging track versi saya sendiri deh.

Sabtu pagi, saya putuskan untuk naik MRT ke Bayfront Station. Area yang selalu dipenuhi turis ini memang paling tepat kalau didatangi saat pagi hari, apalagi kalau sedang weekend gini. Begitu sampai di sini, kosong banget rasanya, hanya terlihat beberapa orang sedang jogging dan bersepeda. Padahal kalau sore atau malam, area ini penuh dengan orang-orang yang kebanyakan adalah turis dari negara tetangga seperti saya. Haha.

Lokasi pertama yang saya datangi adalah Garden by the Bay. Memulai pemanasan sebelum jogging di area yang dikelilingi pepohonan hijau nan tinggi ini merupakan pilihan yang pas. Sembari memutari area ini, mata saya dimanjakan dengan perpaduan keindahan karya arsitektur yang super modern dan futuristik. Mulai dari ferris wheel Singapore Flyer yang berada di tepi laut, resort Marina Bay Sands yang megah banget, dome kaca besar milik Garden by the Bay hingga kumpulan pohon raksasa unik Supertree Grove. Rasanya walau sudah sering dilihat dan didatangi berkali-kali, saya tetap tidak bisa berhenti mengagumi keunikan dari masing-masing bangunan di sini. Sambil bergumam dalam hati, kapan ya saya bisa menikmati semua ini di kota saya sendiri? Walau sedang berada di pusat kota seperti ini, kita masih bisa menikmati semuanya dengan nyaman. Coba kalau disamakan dengan jogging di tengah kota Jakarta, selain tidak ada pemandangan, membayangkan polusinya saja sudah bikin ilfil. Semoga Jakarta cepat berubah menjadi kota yang lebih baik ya, Pak Gubernur.

Jogging track saya pun lanjut mengarah ke ArtScience Museum. Museum yang berbentuk lotus ini rasanya sudah berkali-kali dilewati, tapi tidak pernah sekalipun terlintas untuk mengunjunginya, cuma difotoin saja dari luar. Haha. Mungkin karena faktor namanya kali ya, jadi bikin tidak semangat. Padahal saya juga penasaran dengan bagian dalam museum ini loh. Next time deh mampir ke sini. Dari ArtScience Museum, saya menyeberang ke arah Youth Olympic Park. Untuk menuju ke seberang, saya akan melewati Helix Bridge yang merupakan tempat favorit saya di Singapore. Ini adalah spot terbaik untuk menikmati city skyline-nya Singapore. Karena di jembatan ini terdapat 4 viewing pod, dimana kita dapat memandang ke segala arah dengan leluasa dan bebas.

Saya mau cerita sedikit tentang tempat favorit saya ini ya. Helix bridge merupakan jembatan untuk pejalan kaki terpanjang di Singapore, panjangnya sekitar 280 m. Jembatan ini didesain secara khusus dengan mengambil konsep dari bentuk struktur DNA. Dapat kita di sini, kumpulan rangkaian baja ini dirancang agar meliuk hingga membentuk sebuah spiral yang panjang. Jembatan yang diresmikan pada tahun 2010 ini, mampu menopang hingga 16.000 orang secara bersamaan. Tidak heran kalau jembatan ini sering juga digunakan sebagai gallery pameran outdoor atau arena fashion show karena mampu menampung ribuan penonton.

Baik saat pagi ataupun malam hari, jembatan ini selalu dapat menunjukan kecantikannya. Di pagi atau siang hari, kaca-kaca yang menjadi kanopinya akan memberikan refleksi warna glass yang keren banget. Belum lagi ditambah dengan perpaduan bayangan dari struktur unik bajanya. Sedangkan kalau malam, jembatan ini dihiasi dengan lampu LED yang dapat berganti-ganti warna. Lampu LED tersebut dipasang di sepanjang rangka bajanya. Bisa dibayangkan, jembatan ini akan menampilkan permainan cahaya yang sangat indah setiap malam. Menurut saya, Helix Bridge merupakan karya arsitektur yang sangat photogenic sekali. Dilihat dari sudut manapun, dia selalu nampak elegan dan menawan.

Setelah sampai di ujung seberang jembatan, saya melanjutkan jogging ke Esplanade, sebuah bangunan teater yang bentuknya mirip buah durian. Hmm, kapan ya saya nonton pertunjukan di sini? Sesekali saya berhenti di tepian, dan kembali memandang ke arah deretan gedung-gedung tinggi di ujung sana. Walaupun isinya gedung-gedung semua, tetapi langit di belakangnya tetap nampak jelas dengan warna biru terangnya. Saya membayangkan apabila ada pembangunan sebesar apapun di sini, nampaknya tidak terlalu memberikan dampak negatif kepada lingkungan. Saya iri dengan kota ini, karena selama ini yang saya lihat di langit Jakarta hanyalah kepulan asap hitam kendaraan bermotor yang menjadi polusi bagi kota. Walau begitu, saya tetap berdoa agar perbaikan infrastruktur besar-besaran di Jakarta sebagai ibukota negara dapat terus digalakkan dan ditingkatkan. Amin!

Misi jogging pagi saya pun lanjut ke point terakhir yaitu Merlion Park. Tempat lokasi icon Singapore ini merupakan spot foto mandatory sejuta umat. Kalau masih pagi gini, rasanya enak banget karena sepi. Saya bisa duduk beristirahat santai di pinggiran. Tapi kalau ingat pas long weekend dulu, di sini penuh banget dengan ribuan doang. Dari jauh, saya bisa melihat kumpulan orang-orang yang berdiri berdesak-desakan di depan patung Merlion ini. Rasanya badan orang-orang di situ saling menempel dan berhimpitan satu sama lain. Aduh melihatnya saja sudah bikin males, apalagi disuruh terusin lanjut ke sana, mending balik aja deh.

Kalau masih kuat sih, sebenarnya track-nya bisa dilanjutkan ke Clarke Quay. Tapi karena sinar matahari mulai terasa agak terik, saya putuskan kembali ke MRT station terdekat saja untuk sarapan di hotel. Sebenarnya, ada satu jogging track lain yang juga menjadi favorit saya di Singapore. Kalau rute yang saya ceritain ini menyuguhkan pemandangan city skyline, nah yang satu lagi menawarkan keindahan serba hijau nan asri loh. Untuk yang satu itu, nanti saya lanjutkan ceritanya ya.

© kelilingbumi.com. All rights reserved. Do not duplicate without permission.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*