Menemukan Ketenangan di Hong Kong..

HONG KONG


Dari Diamond Hill Station, kami terus mengikuti petunjuk jalan yang bertuliskan Nan Lian Garden. Petunjuk itu mengarahkan kami untuk menyeberang zebra cross yang berada di bawah jalan layang. Setibanya di ujung jalan, kami membaca tulisan entrance ke dalam sebuah taman. Antara yakin dan tidak yakin saat membacanya, ‘ini serius taman yang kita cari, kok di bawah jalan layang begini ya?’ tanya saya. Katanya ini adalah salah satu taman terindah di Hong Kong, tapi entah kenapa kok tidak meyakinkan gini lokasinya ya? Karena sudah sampai di sini, kami pun meneruskan langkah kami untuk memasuki taman ini. Setibanya di bagian informasi, saya mengambil brosur yang berisikan peta tamannya. Dan begitu saya buka petanya, oh my god, taman ini ternyata cukup besar ya. Saya benar-benar tertipu dengan tampilan luarnya. Kami pun langsung semangat untuk mengelilingi taman ini.

Memasuki taman ini lebih dalam, saya disambut dengan bonsai-bonsai hijau yang tertata sangat rapi dan teratur. Rata-rata ukuran pohon dalam taman ini tidak terlalu besar. Namun suasananya sangat teduh sekali, membuat saya merasa tenang dan damai. Padahal taman ini dikelilingi oleh jalan raya, tapi tidak sedikit pun kebisingan jalanan tembus ke dalam. Benar-benar penataan akustik yang sangat canggih menurut saya. Di ruang terbuka seperti ini, mereka berhasil meredam suara-suara yang berasal dari luar taman. Bahkan di taman ini, diberikan backsound seperti bunyi ketukan-ketukan ringan yang membuat perasaan lebih ringan dan nyaman. Saat berjalan di dalamnya, rasanya tidak ingin berjalan terlalu cepat, karena setiap langkah ingin saya nikmati perlahan-lahan tanpa perlu tergesa-gesa.

Bukan hanya pepohonan saja yang diatur sedemikian rupa, peletakan dan formasi batu-batuannya pun nampak teratur dan harmonis. Keasrian taman ini juga dilengkapi dengan elemen air berupa kolam teratai dan air terjun buatan. Ditambah dengan cuaca yang sangat cerah saat itu, menjadikan taman ini sebuah kombinasi perpaduan alam yang sangat indah, sejuk, nyaman dan menenangkan.

Selain keindahan dan keasrian alam, ternyata ada beberapa spot bangunan-bangunan kayu yang cukup photogenic dalam taman ini. Seperti Pavilion of Absolute Perfection, Song Cha Xie, Xiang Hai Xuan (ruang exhibition), Chinese Timber Architecture Gallery, The Mill dan beberapa paviliun lainnya. Dari semua bangunan yang ada dalam taman ini yang paling menarik menurut saya adalah Pavilion of Absolute Perfection, dimana bentuknya oktagonal dan dilapisi warna emas. Jadi walau aslinya adalah bangunan kayu, namun lapisan cat emas menjadikannya nampak seperti golden temple. Letak paviliun ini berada di atas sebuah kolam teratai dengan 2 jembatan kayu di bagian utara dan selatannya. Biasanya sih, di sinilah spot sejuta umat untuk foto-foto. Jadi tidak heran kenapa paviliun ini sering menjadi icon dari Nan Lian Garden.

Jika ditelusuri lebih jauh, sebenarnya taman ini mengadopsi landscape taman tradisional China pada masa Dinasti Tang (tahun 618-907). Bangunan kayu, tatanan taman, peletakan batu, aliran kolam dan seluruh aspek yang ada dalam taman ini diatur berdasarkan pola tertentu. Taman ini sendiri dibuka pada tahun 2006 dengan tujuan agar masyarakat Hong Kong tetap ingat dengan tradisi China sebagai akar budaya dari leluhurnya.

Jika kita mengikuti rute sesuai arahan dalam brosur taman ini, titik terakhirnya adalah di sebuah jembatan penyeberangan yang menghubungkan taman ini dengan Chi Lin Nunnery, sebuah kompleks temple Buddha yang luas dimana seluruh strukturnya menggunakan kayu. Bentuk arsitektur kayu yang dihasilkan sangat elegan dan nampak megah. Ditambah lagi seluruh sambungan dalam konstruksinya sama sekali tidak menggunakan paku loh. Wow, keren banget kan! Padahal temple ini dibangun tahun 1934, namun masih berdiri kokoh dengan megahnya hingga sekarang. Temple ini juga didesain mengikuti gaya arsitektur zaman Dinasti Tang. Dimana susunan landscape di dalam kompleksnya sangat rapi dan teratur. Semua elemen yang ada di sini juga nampak tersusun mengikuti pola atau aturan tertentu. Sehingga jika Chi Lin Nunnery digabungkan dengan Nan Lian Garden secara keseluruhan, kedua tempat ini seperti mewakili gambaran Dinasti Tang dalam skala kecil.

Saat memasuki ke area dalam kompleks ini, terlihat sebuah bangunan besar yang simetris dengan kolam teratai di sebelah kiri dan kanannya. Bangunan di hadapan saya ini adalah Hall of Heavenly Kings, tempat untuk beribadah bagi umat Buddha. Saya sendiri sempat melihat beberapa orang yang sedang berdoa saat itu. Karena bagian dalamnya memang khusus untuk beribadah, jadi di sini dilarang untuk foto ya.

Dari atas kompleks temple, saya dapat melihat dengan jelas bangunan tinggi dan menara pencakar langit mengelilingi kompleks ini. Benar-benar memberikan perasaan takjub tersendiri. Berada di suatu tempat yang asri, hijau dan tenang, padahal tepat di sekeliling saya kehidupan modern dan hiruk pikuk kota besar sedang berlangsung. Selama berjalan-jalan dalam kompleks ini, saya merasa seperti sedang tidak berada di Hong Kong, karena yang saya rasakan hanyalah atmosfer desa kecil yang hijau dan tenang. Rasanya benar-benar nyaman di sini! Jika saya ada kesempatan untuk kembali lagi ke Hong Kong, kompleks ini akan masuk daftar wajib no. 1 pastinya. Oh ya, masuk ke kompleks Nan Lian Garden dan Chi Lin Nunnery gratis loh, jadi recommended banget!

© kelilingbumi.com. All rights reserved. Do not duplicate without permission.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*