Goa Rangko, Flores..

INDONESIA


Mungkin banyak yang belum akrab dengan nama Goa Rangko ya? Saya pun salah satu orang yang tidak pernah mendengar nama goa ini sebelumnya kok. Namun saat saya sedang browsing mencari tempat wisata oke di Pulau Flores, nama Goa Rangko sering kali muncul. Ternyata Goa Rangko merupakan destinasi yang sedang hits banget di Flores sekarang ini. Sekilas sih gambarannya mirip dengan Goa Hawang di Pulau Kei Kecil, yang membedakan hanyalah jika air di Goa Hawang merupakan mata air tawar yang sangat jernih, sedangkan air di Goa Rangko merupakan air asin alias air laut. Walau mirip dengan Goa Hawang, tapi karena ini lagi hits banget di Flores, saya pun memutuskan untuk mengunjungi goa ini.

Namanya juga sedang berada di pulau, jangan harap bisa mengandalkan GPS ya. Saya pun bertanya arah menuju Goa Rangko kepada seorang guide di Labuan Bajo. Dari Labuan Bajo, kami menyewa motor matic selama 1 hari penuh. Berdasarkan arahan jalan dari si guide, katanya ‘pertama, dari sini jalan lurus sampai ketemu kantor polisi baru belok kanan dst…’ Oke patokan pertama berarti kantor polisi kan ya? Kami pun terus berjalan lurus hingga jauh tapi sama sekali tidak ketemu kantor polisi tuh, yang ada malah hampir masuk hutan kalau tetap jalan lurus. Hmm, kayaknya nyasar nih?! Kami pun memutuskan untuk bertanya arah di SPBU saja. Saat kami tanya, ada petugas SPBU yang bilang ke kanan tapi ada petugas lainnya yang jawab ke kiri. Nah loh, bisa beda-beda gini jawabannya. Haha.

Melihat kami kebingungan, salah seorang pengendara motor yang sedang antri di SPBU menghampiri kami dan bertanya mau kemana tujuan kami. Saat kami menceritakan bahwa kami ingin ke Goa Rangko, pengendara motor yang ternyata sepasang suami istri itu menjawab ‘ikuti kami saja, kami mau ke Desa Rangko juga.’ Wah, kebetulan sekali bertemu dengan penduduk Desa Rangko, jadi langsung semangat ke Goa Rangko deh. Kalau tidak ada mereka, rasanya bisa nyasar entah kemana ini?

Kami pun mulai mengikuti motor Bapak dan Ibu itu dari belakang. Awalnya sih masih jalan aspal tapi lama-lama ternyata jalurnya mulai masuk ke dalam hutan. Saat berjalan di hutan, kondisi jalannya itu rusak parah banget, benar-benar bikin kapok deh. Apalagi pakai motor matic gini, makin perjuangan banget melewatinya. Sepanjang jalan, rasanya kangen banget sama jalan aspal. Si Bapak dan Ibu beberapa kali berhenti untuk menunggu kami yang tertinggal jauh di belakang. Duh, makasih banyak loh Pak, Bu. Setelah berjalan cukup ngos-ngosan di tengah jalan tanah yang rusak itu, akhirnya kami ketemu jalan aspal lagi. Oh thank God! Ini aneh banget sih, jalan aspalnya bisa putus di tengah begini. Padahal jarak dari Labuan Bajo ke Desa Rangko cuma 8 Km saja loh, kalau semua jalannya aspal mulus, pasti tidak akan buang waktu berjam-jam gini deh.

Akhirnya kami tiba juga di Desa Rangko, namun ternyata goa yang kami cari tidak berada di dalam desa itu. Kami harus sewa kapal lagi untuk menyebrang ke Goa Rangko. Eh ternyata si Bapak tadi juga menyewakan perahu untuk ke Goa Rangko. Duh benar-benar lengkap nih paket si Bapak. Haha. Dan yang kebetulannya lagi, rumah Bapak ini posisinya persis depan dermaga dan ada warung di rumahnya. Jadilah kami makan siang indomie dulu di warung si Bapak sebelum ke Goa Rangko. Selesai makan dan beli minum, kami jalan menuju dermaga untuk naik ke kapal. Jarak menuju ke Goa Rangko kira-kira hanya sekitar 30 menit saja. Tapi untung kapalnya ada atapnya, jadi gak gosong ditengah laut deh.

Kami tiba di sana sekitar pukul 13.00 dan ternyata air lautnya sedang surut parah. Kapal kami tidak bisa merapat ke pantai karena takut kandas. Akhirnya kami terpaksa turun basah-basahan menuju pantai. Yang bikin agak repotnya, saat itu saya pakai sepatu dan celana jeans panjang. Jadinya, harus lepas sepatu dulu dan menggulung celana hingga betis. Belum lagi, dari tempat kapal parkir hingga pantai ternyata isinya karang semua. Saya mana berani coba jalan di tengah karang-karang tanpa alas kaki. Akhirnya saya meminjam sendal jepit si Bapak hingga sampai ke pantai. Begitu sampai di pantai, tenyata kami belum juga sampai di goa-nya. Si Bapak menyuruh saya untuk memakai sepatu lagi karena kami akan berjalan masuk ke hutan.

Kayaknya bakal trekking lagi nih hingga ke goa-nya. Kami berjalan di antara pepohonan hingga akhirnya sampai ke mulut Goa Rangko. Walaupun sudah sampai di goa-nya tapi ternyata perjuangannya belum selesai juga loh. Ternyata kami harus menggunakan tali untuk turun ke dalam goa. Karena saat itu baru turun hujan, sehingga batuan di dalamnya agak licin. Andaikan air di dalam sini adalah air tawar kayaknya saya akan langsung nyebur deh. Tapi karena isinya air laut, agak males juga ya untuk basah-basahan hingga perjalanan pulang ke Labuan Bajo nanti. Rasanya badan sudah penuh garam begini, terus dipanggang matahari karena naik motor kan, bisa jadi ikan asin yang dijemur ini mah. Haha.

Setelah puas berkeliling, kami pun memutuskan kembali ke kapal. Setibanya di pantai, ternyata kapal kami makin jauh saja parkirnya. Ternyata airnya tambah surut, dan rasanya tidak mungkin berjalan di antara karang hingga ke tengah laut. Berteriak mau memanggil kapal, tapi suaranya tidak kedengaran karena kapal jauh sekali. Mau panggil kapal pakai HP? Jangan harap deh. Sejak memasuki Desa Rangko, sinyal HP hilang total. Bukan hanya sinyal untuk internet ya, bahkan sinyal untuk telepon dan SMS pun tidak ada sama sekali. Akhirnya, si Bapak inisiatif minjam perahu kecil untuk menolong kami. Kami pun naik ke atas perahu itu, sedangkan si Bapak mendorong perahu itu dari pantai hingga ke kapal. Baik banget gak sih Bapaknya? Pas sampai dekat kapal, saya lihat airnya ternyata setinggi pinggang orang dewasa. Ya ampun repot ya, kalau main ke sini pas air laut sedang surut. Setelah kami semua naik ke kapal, kami langsung meluncur kembali ke dermaga dan segera melanjutkan perjalanan pulang ke Labuan Bajo.

Saya sebenarnya juga kurang paham sih kapan waktu surut air laut itu. Karena setiap daerah kan punya waktu pasang dan surut air laut yang berbeda-beda. Saran saya sih, kalau mau main ke Goa Rangko sebaiknya tanya dulu dengan warga sekitar kapan waktu air pasangnya, agar kalian tidak perlu repot-repot kayak saya kan. Hehe. Oh ya, saat saya ke sana kebetulan saat hari libur dan banyak juga kapal yang singgah ke Goa Rangko loh. Ternyata memang benar, Goa Rangko sedang hits di Flores. Walau perlu perjuangan menuju ke sini, tapi tetap saja orang-orang ramai berdatangan ke goa ini.

Additional information

– Sewa motor : Rp 70.000,-/day

– Sewa kapal : Rp 250.000,-/return

© kelilingbumi.com. All rights reserved. Do not duplicate without permission.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*