Vacation to Phi Phi Islands..

THAILAND


Sambil menyantap sarapan pagi, saya menunggu mobil jemputan yang akan mengantarkan saya menuju Phi-Phi Island. Tidak lama kemudian muncullah seseorang dengan secarik kertas yang berisikan daftar nama-nama peserta tour di tangannya. Orang itu pun memanggil nama saya berulang-ulang. Sebelumnya saya memang sudah memesan paket tour Phi Phi Island ini melalui staff hotel saya. Saya pun segera menghabiskan kopi saya, dan menghampiri orang itu. Setelah memperkenalkan diri, saya mengikuti orang tersebut berjalan menuju parkiran. Di dalam mobil ternyata sudah dipenuhi oleh peserta tour lainnya dan saya adalah tamu terakhir yang dijemput dalam rombongan ini.

Kami diantarkan menuju pelabuhan Royal Phuket Marina. Di sana sudah menunggu seorang guide yang akan menemani kami sepanjang hari ini. Guide itu membagikan gelang karet berwarna orange kepada rombongan saya. Dia mengatakan bahwa kami akan bertemu banyak sekali rombongan lain nantinya. Jadi kalau terpisah atau tersesat, tinggal cari saja rombongan yang menggunakan gelang karet orange di tangannya. Selain itu, dia juga menjelaskan bahwa selain dia, akan ada beberapa staff lainnya di kapal yang akan membantu kami nantinya.

Selesai briefing, kami segera naik boat dan menuju Pulau Khai Nok sebagai tujuan pertama. Pulau ini adalah sebuah pulau kecil dengan pantai pasir putih yang cukup luas di sekelilingnya. Di sini, kami disambut dengan potongan buah segar, yang ternyata merupakan bagian dari fasilitas tour. Sambil menyantap semangka dan nanas segar ini, saya duduk santai di atas pasir putih. Beberapa tamu lain ada yang berjemur, snorkeling, dan ada juga yang main banana boat. Ternyata walaupun hanya pulau kecil tapi fasilitasnya lengkap banget. Yang unik di pulau ini adalah banyak sekali batuan besar-besar berserakan di pantai. Guide saya pun menjelaskan bahwa dulunya tidak ada batu-batu besar itu di pantai Khai Nok. Batuan besar itu terbawa ke sini saat tsunami menerjang. Wah, ternyata tsunami yang melanda Thailand benar-benar besar ya, sampai batu-batuan setinggi atap rumah pun bisa terhempas hingga ke sini.

Agenda berikutnya dilanjutkan menuju Pulau Phi Phi Don. Ada 2 tempat yang akan kami singgahi di sini dan yang pertama adalah Monkey Beach. Sebenarnya di Monkey Beach ini tidak ada apa-apanya sih, cuma pantai kecil dengan tebing karang tinggi ditambah monyet-monyet liar di mana-mana. Seperti yang sudah saya ceritakan pada cerita traveling saya sebelumnya, bahwa keberadaan monyet itu sangat menarik antusias pada wisatawan western (bule). Bule-bule ini heboh berebutan nontonin monyet kecil yang lagi asik makan. Kayaknya bule-bule emang pada jarang liat monyet kali ya. Saya sama sekali tidak tertarik dengan monyet-monyet itu dan memilih berjalan-jalan di pantai saja. Masa jauh-jauh ke Thailand, cuma lihat monyet. Salah satu dari staff kapal mendatangi saya dan mengajak ngobrol. Dia bertanya mengapa saya memisahkan diri dari rombongan lainnya. Setelah saya menjelaskan alasan saya, dia hanya tertawa dan nampaknya paham sekali bahwa saya orang Asia tulen.

Dari situ, perjalanan kami dilanjutkan menuju tempat kedua yaitu Ton Sai Bay. Teluk ini penuh dengan penginapan, cafe, restaurant dan toko souvenir di mana-mana. Jika kalian ingin menginap di Phi Phi, saya rasa tempat inilah yang dimaksud. Tapi saya tidak akan menginap di sini, saya hanya numpang makan siang dan berjalan-jalan sejenak di pantainya. Makan siangnya berupa prasmanan atau buffet yang sudah termasuk dalam paket tour saya. Hm, menurut saya sih menginap di Phi Phi kurang asik deh. Karena pulaunya tergolong kecil tapi isinya rame banget. Terlalu banyak wisatawan yang memenuhi pulau mungil ini.

Berikutnya, kami lanjut lagi menuju Pulau Phi Phi Leh, untuk main di Maya Bay. Maya Bay adalah spot yang sangat populer karena pernah menjadi lokasi syuting film The Beach, yang diperankan oleh Leonardo Dicaprio. Lokasinya memang oke banget sih, pantainya benar-benar nampak tersembunyi. Kami harus melewati tebing karang yang tinggi-tinggi di kiri kanan terlebih dahulu untuk menuju pantainya. Tebing karang tersebut seperti menjadi pintu masuk ke Maya Bay. Kapal kami ternyata tidak bisa berlabuh terlalu dekat dengan pantai, karena airnya sedang surut. Akhirnya kami harus turun di tengah air yang kira-kira setinggi pinggang orang dewasa. Yang repotnya saya harus menenteng tas kamera saya setinggi-tingginya agar tidak kecipratan air dari kiri kanan. Staff kapal yang saya jumpai di Monkey Beach tadi, nampaknya melihat saya sedikit kesulitan dan menawarkan bantuan kepada saya.

Sesampainya di pantai, dia bertanya apakah saya ingin melihat pemandangan yang lebih indah lagi. Katanya, “I wanna show you a secret place if you want.” Hm, menarik nih! Saya pun mengikuti dia menuju jalan setapak kecil, yang nampaknya masuk-masuk ke hutan. Untungnya di belakang saya, ada couple yang satu kapal dengan saya mengikuti kami dari belakang. Kalau ramean, baru berasa aman deh. Haha. Dan ternyata jalan kecil tersebut tembus sebuah laguna. Tepat di depan laguna tersebut, saya melihat ada sebuah pulau karang mungil. Hm, sepertinya saya pernah lihat pemandangan seperti ini? Ini pasti namanya Loh Samah Bay.

            Saya : ‘I know this place, it’s Loh Samah right?’

            Guide : ‘How do you know?’

            Saya : ‘I saw it on your company brochure dude’

Yee, ini mah bagian dari itinerary bukannya tempat rahasia. Dia pun ketawa dan malu nampaknya. Haha. Saya pun bertanya, kalau ini bagian dari itinerary kenapa tamu yang lain tidak diajak ke sini juga. Katanya, biasanya para tamu lebih tertarik dengan Maya Bay daripada harus berjalan ke sini. Karena jarang yang ke sini, jadinya tempat ini sepi banget, hanya sedikit turis yang terlihat main di pantai ini. Nah, kalau kalian ada yang ikut tour ke Maya Bay, dan mau ke Loh Samah Bay juga, jangan ragu untuk minta ditunjukkan jalan kepada guide-nya ya. Sayangkan kalian sudah bayar untuk sampai ke sini.

Sebelum air laut surutnya makin parah, kami dipanggil untuk segera kembali ke kapal. Wah itu kapal makin jauh aja parkirnya. Gara-gara airnya surut, kapal kami terpaksa menjauh lagi dari pantai, daripada kapalnya kandas kan. Perjalanan kami pun dilanjutkan lagi untuk singgah di Viking Cave, yang masih berada dalam satu pulau ini juga. Di sini kami tidak turun kapal, namun hanya melihatnya saja dari kejauhan. Gak ngerti deh, kenapa namanya ada kata-kata ‘viking’ nya, padahal sebenarnya ini hanyalah gua tempat sarang burung yang mirip dengan walet.

Oke, selanjutnya tujuan kami adalah Pileh Lagoon yang katanya spot snorkeling yang oke. Dan begitu kapal saya tiba di sana, saya pun langsung melongok ke air. Lah, ini mah lumayan dalam, mau lihat apaan coba, cuma air doang begini. Saya pun langsung males dan kembali duduk ke dalam kapal, sedangkan tamu lain langsung sibuk pakai snokeling gear dan buru-buru nyebur ke air. Daripada basah-basahan doang, mending saya ngabisin cemilan di kapal. Guide saya pun mendatangi dan bertanya kepada saya, ‘kok gak ikutan snorkeling?’ Saya pun membalasnya dengan bertanya ’emang kalau snorkeling, saya akan lihat apa?’ Terus dengan spontan dan sumringah, dia jawab ‘nemo!’ Haa, cuma lihat clownfish?!

Haha, saya cuma senyum aja denger jawaban itu. Teringat kalau snorkeling di Indonesia, saya bukan cuma lihat aja nemo tapi hiu dan manta pun juga bisa sekalian. Belum lagi ada banyak coral warna-warni yang memenuhinya. Yah, menurut saya kalau cari keindahan alam, Indonesia itu emang gak ada tandingannya. Saya sendiri ke sini juga karena penasaran dengan Phi-Phi yang katanya mirip Wayag di Raja Ampat. Eh apanya yang mirip? Ini mah jauh banget sama view yang ditawarkan oleh Wayag. Setidaknya rasa penasaran saya sudah terjawab deh. Dan membuat saya jadi lebih bangga lagi dengan Indonesia. Tidak ada yang bisa mengalahkan kecantikanmu negeriku sayang.

p.s. : Pasti pada penasaran sama harga paket tournya kan? Di brosurnya sih, harga yang tertera adalah 3.200 Bath. Harga ini sudah termasuk antar jemput dari hotel, makan siang dan snack sepanjang trip. Yang perlu kalian tahu, semua paket tour di sini bisa ditawar hingga setengah harganya loh. Kalau beruntung, masih bisa dapat harga lebih rendah lagi. Saya sendiri berhasil menawar hingga 1.300 Bath. Hehe.

© kelilingbumi.com. All rights reserved. Do not duplicate without permission.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*