Sejenak Menikmati Lucerne, Swiss..

SWITZERLAND


Rencana awalnya pengen banget main ke Innsbruck, Austria, tapi kayaknya belum berjodoh dengan Austria di musim ini. Okay, biar gak kecewa mending puas-puasin waktu bermain di Lucerne (Luzern) Switzerland. Walo gak mirip banget dengan Innsbruck, tapi ada satu kesamaan pada kedua kota ini yaitu sama-sama dikelilingi oleh pegunungan tinggi.

Lucerne adalah kota yang cocok buat hunting oleh-oleh. Banyak toko-toko yang menjual barang khas Switzerland, mulai dari pajangan hingga arloji exclusive yang famous banget. Beberapa teman saya ada yang asik beli oleh-oleh dan keluar masuk toko ini itu. Sedangkan saya lebih memilih berjalan-jalan keliling kota sambil menikmati ice cream gelato di tangan.

Walau sempat hujan sebentar, namun akhirnya matahari muncul juga menyinari kota ini. Bagi saya, kota ini nampak sangat cantik dan terasa nyaman sekali. Tepat di tengah kota, nampak sebuah danau yang ternyata berasal dari terusan Sungai Reuss. Danau itu dikelilingi oleh bangunan-bangunan tua yang berdinding warna-warni di sepanjang tepian. Kemudian tepat di belakang jejeran bangunan tua tersebut nampak pegunungan hijau dengan warna putih salju menutupi bagian atasnya. Wow, benar-benar pemandangan yang mengagumkan sekali.

Berdiri di pinggir danau sambil terus memandangi keindahan ini rasanya saya tidak akan pernah bosan deh. Saat itu, saya melihat ada banyak angsa-angsa yang mulai berenang ke arah tepian danau. Saya pun mulai turun ke air untuk menyapa angsa-angsa itu. Ini pertama kalinya saya mengelus bulu angsa putih yang terasa sangat halus di tangan. Setelah puas bermain dengan angsa-angsa tersebut, saya pun memutuskan untuk lanjut muter-muter keliling kota lagi. Oh iya, ternyata di sini ada juga kereta dan kapal umum untuk berkeliling kota loh. Saya sih tidak mencoba kedua jenis transportasi tersebut, karena saya rasa akan lebih menyenangkan jika berjalan kaki menelurusi kota cantik ini, dimana bisa keluar masuk gang-gang kecil dan langsung dapat menyaksikan aktivitas masyarakat Lucerne yang tinggal di sini.

Salah satu yang menjadi primadona di kota ini adalah jembatan kayunya. Ada 2 jembatan kayu terkenal di sini yaitu Kapellbrucke (1333) dan Spreuerbrucke (1408). Kedua jembatan ini sepintas terlihat mirip, namun wisatawan lebih sering berfoto di Kapellbrucke. Keunikan dari Kapellbrucke adalah interior bagian segitiga di atapnya yang dipenuhi dengan lukisan dari abad ke-17. Belum lagi cerita sejarah di balik pembangunan Kapellbrucke yang membuatnya menjadi semakin terkenal. Dimana Kapellbrucke merupakan jembatan kayu tertua di Eropa, walaupun pada tahun 1993 jembatan ini pernah hangus karena kebakaran dan akhirnya dibangun kembali. Satu lagi ciri khas dari jembatan ini adalah adanya bangunan tower yang berada di dekatnya, yang menambah keindahan dari Kapellbrucke. Tidak heran kalau Kapellbrucke menjadi landmark kebanggaan bagi warga Lucerne.

Berjalan agak jauh dari danau, saya menjumpai Lion Momument (monumen singa) yang memiliki kenangan tersendiri bagi warga Swiss. Monumen ini merupakan lambang dari tentara Swiss yang mati ketika melindungi Raja Louis XVI saat terjadi revolusi Perancis.

Dibandingkan sibuk seharian demi mencari point of interests di Lucerne, saya lebih suka menghabiskan waktu dengan duduk atau berjalan kaki mengeliling kota ini. Makanya tidak banyak tempat yang saya datangi saat di Lucerne. Buat saya pribadi, hanya melihat kota ini saja sudah cukup membuat saya tersenyum lebar. Ketenangan, kenyamanan, dan keindahan yang ditawarkan Lucerne benar-benar membekas dalam memory saya. Someday, I’ll be back here!

Additional information

– Ticket masuk Kapellbrucke & Spreuerbrucke : free

– Ticket masuk Lion Monument : free

© kelilingbumi.com. All rights reserved. Do not duplicate without permission.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*