Menikmati Pagi di Phnom Penh..

CAMBODIA


Sebelum saya menginjakkan kaki di Kamboja, saya selalu membayangkan kondisi negara ini kumuh dan tidak tertata dengan baik. Tapi ketika saya tiba di Phnom Penh, tepatnya di sekitar area Royal Palace, saya menemukan taman kota yang luas tertata rapi dan dilengkapi bangku taman dan patung-patung. Selain itu, jalur untuk pejalan kakinya juga tergolong lebar loh. Wah, nampaknya tidak semua tempat di Kamboja seburuk dugaan saya. Oya, ada satu lagi yang di luar dugaan saya yaitu hampir semua yang saya bayarkan di Kamboja harus dalam US dollar, mulai dari beli kopi, naik tuk-tuk, hingga tiket masuk. Tapi uang kembalian yang saya terima malah dalam Riel Kamboja. Haha.

Setelah selesai sarapan, saya asik sendiri dengan kamera untuk memotret sudut kota ini sambil berjalan kaki. Namun saya juga menemui beberapa turis yang menggunakan becak untuk berkeliling. Berbeda dengan becak di Indonesia, becak yang saya temui lebih kecil ukurannya dan hanya bisa untuk satu orang saja. Yang serunya jika jalan-jalan di pagi hari, kita dapat berjumpa dengan para monk (biksu) di sepanjang jalan. Ada monk yang tidak suka difoto dan segera bergegas kabur jika melihat ada kamera yang mengarah ke dirinya. Saya sempat liat ada turis yang mengejar monk di jalan. Haha. Tetapi ada juga yang cuek-cuek saja ketika saya memotret mereka.

Waktu saya di Phnom Penh sebenarnya tidak banyak, karena saya harus mengejar jadwal bus untuk pindah ke negara tetangganya. Di Phnom Penh, ada dua tempat yang sudah sering saya dengar ceritanya dari media. Yang pertama adalah Tuol Sleng yaitu tempat yang terkenal karena bekas lokasi pembantaian manusia pada masa rezim pemerintahan Khmer Red. Duh, baru dengar ceritanya saja sudah membuat saya merinding, apalagi jika disuruh datang dan lihat sendiri. Akhirnya saya putuskan untuk kunjungan singkat ke tempat kedua saja yaitu Royal Palace.

Royal Palace merupakan istana keluarga kerajaan yang telah dibangun sejak tahun 1860-an dan memiliki nama lengkap Preah Barum Reachea Veang Chaktomuk Serei Mongkol. Pusing kan baca nama aslinya? Hehe. Dalam kawasannya terdapat beberapa istana dan paviliun, namun ada bangunan yang dilarang untuk difoto. Selain itu di dalamnya juga terdapat Silver Pagoda, disebut silver karena lantai kuilnya yang berwarna perak. Di dalam kuil ini terdapat patung Budha yang katanya dilapisi dengan 9584 berlian.

Hm, sebenarnya secara sepintas Royal Palace di sini mirip dengan Grand Palace di Bangkok. Bagi yang sudah pernah ke Grand Palace, kebanyakkan akan merasa istana ini kurang wah dan gereget. Itu juga yang saya rasakan, hehe. Saya pribadi lebih kagum dengan taman di depan istana ini dibanding istana sendiri.

Oya, sama seperti di Bangkok juga, modus penipuan yang dilakukan oleh para guide lokal atau supir tuk tuk kepada turis juga mirip yaitu dengan mengatakan bahwa Royal Palace sedang tutup karena ada acara keagamaan. Lalu mereka akan menawarkan jasanya untuk mengantarkan ke lokasi wisata lainnya. Memang sih, Royal Palace tidak buka nonstop dari pagi sampai malam, akan tetapi ada jam buka tertentunya. Namun hal itu bukan berarti Royal Palace tutup seharian seperti yang mereka katakan. So, hati-hati ya.

Additional information

– Tiket masuk Royal Palace (termasuk Silver Pagoda) : 6,5 USD

Jam buka Royal Palace : 07.30 – 11.00 dan 14.30 – 17.00

© kelilingbumi.com. All rights reserved. Do not duplicate without permission.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*