Luang Prabang : Kota Kecil nan Tenang..

LAOS


Luang Prabang adalah sebuah provinsi kecil yang letaknya bersebelahan dengan Sungai Mekong, di sebelah utara Laos. Kota yang merupakan salah satu dari World Heritage Site ini pernah terpilih sebagai the Best Destination 2011 berdasarkan travelers’ choice oleh Trip Advisor. Kemudian Laos sendiri juga pernah mendapatkan award sebagai World Best Tourist Destination 2013 dari European Council on Tourism and Trade. Jujur saja, traveling ke Laos tidak pernah terlintas dalam pikiran saya. Tapi saat saya melihat awards itu, saya jadi penasaran dengan negara ini. Saya pun mulai mencari tahu mengenai Luang Prabang lebih detail. Dan dalam sekejap, saya pun jatuh cinta dengan kota kecil ini. Ok, Luang Prabang here I come!

Saya terbang dari Hanoi, Vietnam menuju Luang Prabang dengan menggunakan Lao Airlines, yang merupakan flag carrier airline dari Laos. Mungkin untuk yang pertama kali terbang di seputar Asia Tenggara akan merasa agak bingung saat memilih airline, terutama untuk rute domestiknya. Saya pun sebelum terbang melakukan sedikit survey mengenai airline yang beroperasi di ASEAN. Apalagi kalau terbang sendirian seperti saya, lebih baik pilih yang pasti-pasti saja kan.

IMG_2671

Kalau sudah di Luang Prabang, sebaiknya kalian usahakan untuk bangun pagi ya. Cobalah keluar hotel sekitar jam 5-6 an. Kalian akan menemui banyak monk di sepanjang jalan. Berbeda dengan di negara ASEAN lainnya, monk di Luang Prabang jumlahnya jauh lebih banyak dan berjalan seperti dalam barisan. Para monk tersebut sedang mengumpulkan makanan ataupun buah-buahan dari penduduk setempat. Bahan makanan tersebut akan menjadi bekal makan para monk untuk satu hari itu. Masyarakat akan duduk atau berlutut, sedangkan monk akan menghampiri mereka. Ritual atau prosesi ini dikenal dengan ‘alms giving ceremony’ yang selalu berlangsung saat matahari mulai terbit. Ini juga yang menjadi salah satu daya tarik utama dari Luang Prabang. Jika kalian ingin ikut memberikan makanan kepada para monk ini, sebaiknya kalian menanyakan etika dan tata krama prosesinya kepada staf hotel kalian terlebih dahulu ya. Karena tidak boleh sembarangan begitu saja, sebagai turis kita harus menghargai tradisi dan kebudayaan mereka kan. Beberapa etika di antaranya seperti menggunakan pakaian yang sopan dan tidak memberikan makanan sembarangan kepada monk tersebut. Oh ya, buat yang mau foto-foto, sebaiknya tidak menggunakan flash dan tidak terlalu dekat agar tidak mengganggu para monk tersebut.

IMG_2668

Setelah puas menyaksikan prosesi tersebut, kalian dapat menikmati sarapan pagi dengan berbagai pilihan, ada menu Perancis, Skandinavia dan khas Laos sendiri. Kebanyakan cafe dan restaurant tersebut terletak di jalan utamanya yang bernama Sisavangvong. Selesai sarapan, saya pun berjalan kaki mengelilingi kota. Ada banyak wat (temple) di kota ini, bentuknya mirip-mirip semua lagi. Saya sampai bingung membedakannya. Wat di sini bentuknya lebih tradisional dibandingkan Wat yang terdapat di Thailand. Di beberapa Wat, saya menjumpai tempat seperti asrama untuk para monk. Dari situ, saya dapat melihat aktifitas keseharian para monk. Untuk detail mengenai Wat yang saya kunjungi, akan saya ceritakan pada post berikutnya ya.

Jika kalian senang dengan hal-hal yang berbau budaya dan tradisional, pasti kalian akan menyukai Luang Prabang. Tidak ada hiburan atau cafe modern yang saya temukan di sini. Kalaupun ada resort atau hotel yang lumayan elit, rata-rata bentuk bangunannya tidaklah nampak megah dan mewah. Saya tidak melihat ada bangunan yang mencolok dan mendominasi di sini. Rasanya benar-benar berada di kota kecil yang tenang, dengan atmosfer tradisional dan kuno yang sangat kuat. Jika kalian menduga bahwa kota ini merupakan kota sepi dan sunyi, kalian salah besar loh. Dari pagi hingga malam, saya selalu berpapasan dengan bule-bule. Rasanya, saya lebih sering ketemu bule dibanding penduduk lokal nih.

Bagi yang ingin eksplor daerah di luar Luang Prabang, kalian bisa menuju jalan Sisavangvong dimana ada banyak travel agent yang menawarkan berbagai paket wisata. Paket yang ditawarkan seperti kursus memasak, mengunjungi air terjun dan gua, naik gajah, dan banyak lagi. Kalian akan diantarkan dengan menggunakan mobil dari travel agent tersebut. Atau kalian bisa juga memilih untuk memutari Sungai Mekong dengan menggunakan kapal. Oh ya, jika malas berjalan kaki saat muter-muter di dalam kota, kalian juga dapat menyewa sepeda. Ada banyak sekali penyewaan sepeda di setiap jalan.

Saat makan siang, saya memilih untuk mencicipi di sekitar Sungai Mekong. Banyak pilihan yang ditawarkan dan harganya pun lumayan murah loh. Oh ya makanan utama orang Laos itu adalah ketan. Jadi saat itu saya makan sate bukan pakai lontong atau nasi, tapi dengan ketan. Haha, agak-agak aneh gimana gitu rasanya.

Menjelang gelap saya menuju Hmong Night Market untuk belanja oleh-oleh khas Laos. Hampir seluruh barang yang dijual di sini merupakan buatan tangan, mulai dari gelang, tas, patung, hiasan dinding, sendal dan pernak pernik lainnya. Mata uang yang digunakan di Laos adalah Kip, namun mereka juga menerima Bath Thailand dan Dollar Amerika.

Additional information

– Sewa sepeda : 40.000 – 80.000 Kip

– Keliling Sungai Mekong dengan kapal : 60.000 – 100.000 Kip

 © kelilingbumi.com. All rights reserved. Do not duplicate without permission.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*