Diving in USS Liberty Shipwreck..

INDONESIA


Bagi para diver, siapa yang tidak pernah mendengar Tulamben di Bali? Ini adalah salah satu dive spot yang menarik perhatian dunia, dimana sebuah bangkai kapal besar terbaring di dasar laut Bali bagian timur ini. Bangkai kapal kargo ini bernama USS Liberty yang terkena tembakan tornado kapal selam Jepang saat Perang Dunia II berlangsung. Awalnya kapal ini ditemukan di Selat Lombok sekitar tahun 1942. Kemudian bangkai kapal ini rencananya akan dibawa ke Singaraja, Bali Utara. Namun akhirnya diputuskan untuk ditenggelamkan kembali di Tulamben.

Kini bangkai kapal ini telah dipenuhi oleh coral di sepanjang badannnya dan menjadi rumah bagi bermacam spesies ikan. Wreck ini tergolong sangat besar dengan panjang yang mencapai 120 meter. Walau begitu, letak posisinya sangat mudah diakses loh. Bagian terdalamnya hanya sampai di kedalaman 30-an meter. Dan untuk sampai ke spot ini, biasanya divers tidak perlu menggunakan boat, namun bisa berjalan dari pantai saja, karena jaraknya hanya sekitar 10 meter.

Pertama kali saya dive di sini sekitar pertengahan 2008, dan itulah pengalaman wreck dive pertama saya. Karena ketagihan, tahun berikutnya saya kembali diving lagi di sini. Selama ini, saya selalu menginap di daerah Bali Selatan kemudian nyetir pagi untuk diving di sini. Namun kali ini, saya putuskan kembali ke Bali dan spesial menginap di daerah Tulamben karena saya benar-benar jatuh cinta dengan shipwreck ini.

Pagi-pagi buta, saat matahari baru mengintip, kami sudah sibuk memasang dive gear untuk bersiap melakukan sunrise diving. Apakah yang spesial di sini sampai kami niat diving subuh? Kalau laut masih gelap, ternyata kami punya kesempatan berjumpa gerombolan Green Bumphead Parrotfish yang besar-besar. Melihat ikan besar ini berenang sendirian saja sudah agak bikin deg-degan, apalagi kalau segerombolan. Ikan ini punya mulut yang bentuknya seperti paruh burung, tapi sangat kuat dan tajam hingga mampu menghancurkan karang keras di dalam laut. Begitu kami tiba di dasar, gerombolan Bumphead Parrotfish ini telah berkumpul di atas pasir. Walau agak-agak takut, saya berusaha mendekati untuk memoto ikan-ikan ini. Tidak jauh dari di sini, saya melihat ada sekumpulan belut yang menjulurkan badannya keluar dari lubang-lubang pasir. Namun begitu saya mendekatinya, mereka langsung memasukkan badannya kembali ke dalam pasir. Oh ternyata mereka ini adalah Garden Eel toh.

Begitu matahari bersinar penuh, saya kembali nyemplung lagi. Kali ini spesial untuk main dan eksplor dalam wreck. Wreck ini seperti menjadi taman coral yang bentuknya menyerupai kapal raksasa. Serunya lagi, tepat di bagian tengah kapal ini telah terbelah menjadi dua. Jadi kami bisa masuk dan melihat interior di dalamnya. Tapi tetap harus berhati-hati ya.

Karena masih tergolong dangkal, sinar matahari masih dapat menembus air dan menyinari wreck ini dengan indah. Sangkin masih dangkalnya, saya melihat banyak snorkeler yang berenang masuk ke sini. Mereka nampaknya tidak perlu tabung udara untuk menikmati keindahan sisa kapal USS Liberty ini.

Petualangan diving saya tentunya belum lengkap tanpa night dive. Kalau night dive sih saya sudah biasa, tapi kalau night dive masuk-masuk bangkai kapal gini bagaimana rasanya ya? Dengan berbekal senter, kami mulai masuk ke dalam air. Saya benar-benar mengarahkan senter saya ke segala arah, daripada tiba-tiba saya nabrak atau nyangkut di salah satu besi tuanya, bisa repot kan. Belum selesai urusan menyelipkan badan di antara celah-celah kapal, saya tiba-tiba dikejutkan dengan kemunculan Moral Eel. Ditambah lagi, ada satu ikan besar yang selalu mengikuti sejak kami turun. Haha, seru banget diving dengan sensasi deg-degan gini. Takut nabraklah, takut nyangkutlah, ditambah takut ketemu hewan-hewan aneh.

Yang paling tak terlupakan saat night dive di sini adalah saat saya bertemu Spanish Dancer dan telur Nudibranch. Spanish Dancer yang saya temui ukurannya cukup besar dan liuk-liuk tubuhnya benar-benar memukau. Sedangkan telur Nudibranch yang saya temukan ada banyak dan cantik semua. Kalian pasti tidak menyangka kalau telur Nudibranch itu bentuknya seperti bunga mawar loh. Nah kalau kalian mendengar istilah underwater rose, itu maksudnya adalah telur Nudibranch ya, bukan nama jenis tumbuhan.

Satu hal yang saya kurang sukai di sini adalah pantainya yang dipenuhi oleh batu bukan pasir. Setiap saya selesai dive dan mulai kembali ke darat, saya pasti terjatuh di atas batu-batuan itu. Sambil memanggul tabung dan peralatan kamera, saya seringkali terdorong jatuh akibat ombak yang datang. Kalau diving di sini, tangan dan lutut saya pasti ada bekas memarnya. Hehe. Walau begitu saya tetap tidak kapok diving di sini. Rasanya luka-luka saya tidak ada apa-apanya dibandingkan sensasi yang ditawarkan oleh USS Liberty wreck ini.

 © kelilingbumi.com. All rights reserved. Do not duplicate without permission.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*