4 Pura yang Wajib Dikunjungi di Bali..

INDONESIA


BALI. Hmm.. sebuah kata yang kaya akan banyak makna. Setiap orang pasti punya persepsi yang berbeda-beda mengenai pulau satu ini. Tapi satu hal yang pasti, kebanyakan dari persepsi itu hampir semuanya merupakan pendapat positif. Saya yakin sekali setiap orang yang pernah ke Bali pasti memiliki memory indah tentang pulau ini, mulai dari alam, budaya, hiburan, hingga acara belanjanya. Sekian lama tinggal di Bali, saya baru sadar selama ini saya hanya menceritakan pantai dan diving-nya saja. Padahal banyak tempat menarik lain yang telah saya explore sejak 9 tahun terakhir ini. Untuk itu, sekarang saya mau menceritakan keindahan Bali yang lain nih. Sebenarnya sudah ada banyak list dalam rencana saya. Nah untuk kali ini, kita mulai dengan keunikan pura-nya dulu ya.

Sebagai Pulau Dewata, tidak sulit buat kita untuk mencari pura di sepanjang pulau ini. Setiap pura tentunya memiliki cerita dan ciri khas tersendiri. Bagi saya, ada 4 pura yang cukup berkesan saat saya mengunjunginya. Keempat pura itu sangat terkenal sekali di Bali. Kalau belum ke sana berarti kamu belum ke Bali namanya. Kalau bule aja bisa jauh-jauh datang ke Bali, kenapa kita gak kan?

Ayo kita mulai jelajahnya dengan Pura Tanah Lot dulu ya. Kabarnya, pura ini merupakan tempat yang paling banyak dikunjungi oleh wisawatan di tahun 2015. Nah biasanya kan kalau kita jalan-jalan di Bali bisa mampir-mampir ya? Tapi kalau mau ke Tanah Lot ini, ya benar-benar cuma mengunjungi 1 objek wisata ini saja. Jaraknya pun bisa dibilang agak lumayan jauh kalau dari arah Kuta. Waktu itu saya ke sini pakai scooter dan yang apesnya ban saya bocor kena paku. Coba bayangkan karena jalan yang saya lalui minim objek wisatanya, itu artinya saya sedang berada di daerah yang tergolong sepi sekarang. Sambil mendorong scooter sepanjang jalan, saya terus berdoa semoga cepat nemu tukang tambal ban. Sampai badan sudah hampir setengah gosong terpanggang matahari, barulah saya berhasil nemu bengkel kecil. Fiuh!

Nama Tanah Lot itu sendiri berasal dari dua kata yaitu “tanah” dan “lot” yang berarti laut, sehingga bisa diartikan sebagai tanah yang berada di tengah laut. Pura Tanah Lot ini didirikan pada abad ke-15 dan merupakan pura tempat pemujaan kepada dewa penjaga laut.

Yang perlu diketahui adalah ada 2 bangunan pura di Tanah Lot ini. Yang satu terletak di atas batu besar yang terpisah oleh laut dan yang satunya lagi berada di atas tebing. Oke mari kita bahas satu per satu. Pura pertama memang terkadang terlihat seperti berada di atas sebuah pulau kecil tersendiri, namun jika air laut sedang surut kita dapat berjalan kaki menuju pura tersebut. Tapi tidak sembarang orang yang dapat mengakses pura itu. Sedangkan pura kedua seringkali menjadi objek foto saat matahari terbenam. Posisinya yang berada di atas tebing yang bolong di bagian bawahnya (mirip bentuk jembatan) benar-benar seperti lukisan pemandangan yang indah sekali. Gak heran kalau Tanah Lot menjadi salah satu spot sunset terbaik di Bali.

Berikutnya, kita lanjut ke Pura Ulun Danu yang terletak di Danau Beratan, Bedugul. Hampir sama dengan Pura Tanah Lot, pura ini juga terletak di atas air. Bedanya, pura yang ini berada di atas danau, bukan laut. Pura Ulun Danu ini dipercaya telah berdiri sebelum tahun 1556. Pura Ulun Danu merupakan sebuah bangunan suci umat Hindu yang dibangun untuk memuja Dewi Danu. “Danu” sendiri adalah bahasa Bali yang berarti danau.

Pasti kalian tidak akrab dengan nama Pura Ulun Danu ini kan ya? Tapi saya yakin kalian pasti familiar dengan bentuk pura ini karena gambar pura ini tercetak di uang kertas pecahan Rp 50.000 kita. Coba di cek deh!

Selanjutnya, kita ke Pura Luhur Uluwatu yuk. Hampir sama dengan Tanah Lot, pura ini juga terletak di atas sebuah tebing yang ketinggiannya mencapai 97 meter. Dari atas tebing ini, kita akan disuguhi pemandangan yang sangat breathtaking banget. Jauh di bawah sana, nampak deburan ombak yang datang menghantam dinding tebing.

Untuk sampai ke sini, kita dapat menyusuri jalan di sisi barat daya Pulau Bali. Kalian akan melewati banyak pantai cantik yang dapat kalian singgahi, seperti Padang-padang, Impossible Beach, Blue Point, dan masih banyak lagi. Waktu terbaik untuk mengunjungi pura yang telah berdiri sejak abad ke-11 ini adalah saat sore hari. Karena sunset di sini sangat indah sekali dengan siluet bangunan Pura Luhur sebagai objek utama fotonya.

Selain menikmati sunset dan panorama alamnya, para pengunjung juga dapat menyaksikan tarian kecak yang dipentaskan saat matahari telah terbenam. Sudah disediakan amphitheater khusus untuk para pengunjung agar dapat menikmati pertunjukan ini dengan nyaman.

Oya, ada hal penting yang perlu diwaspadai saat ke sini. Di Uluwatu, ada banyak sekali kera-kera yang berkeliaran di sekitar area pura. Mereka suka mengambil barang-barang yang tergantung di badan kita, seperti kacamata atau topi. Saran saya, sebaiknya segala jenis aksesoris yang kita pakai dimasukan ke dalam tas saja. Karena kalau sudah diambil oleh kera-kera itu, pasti langsung dibawa kabur naik pohon deh. Jika sudah begitu, jangan harap bisa dikembalikan dengan utuh. Tapi ingat ya, walau nampak seperti kera liar tapi sebenarnya kera-kera ini dilindungi oleh masyarakat sekitar. Jadi jangan sekali-sekali coba gangguin kera-kera ini.

Nah, yang terakhir adalah pura Hindu terbesar di Bali yakni, Pura Besakih. Pura ini sebenarnya merupakan sebuah kompleks yang terdiri dari 22 candi yang terletak di lereng Gunung Agung. Menurut sejarah, sejak abad ke-15 pura ini sudah dianggap sebagai pusat candi agama Hindu di Bali. Tidak heran jika pura ini mendapat sebutan sebagai mother temple of Bali.

Untuk memasuki kompleks ini, setiap pengunjung harus didampingi oleh guide lokal. Seingat saya, kayaknya pura-pura yang lain tidak ada yang wajib pakai guide deh. Saya sendiri kurang suka kalau pakai guide sebenarnya, tapi daripada sudah sampai di sini terus tidak bisa masuk, ya sudah terpaksa pakai guide deh. Kompleksnya memang cukup besar dan tidak setiap area bebas dimasuki oleh pengunjung. Ada beberapa area yang hanya bisa dilihat dari luarnya saja. Untuk bayaran guide-nya, sebaiknya kalian pastikan dulu harganya sebelumnya mulai tour. Karena banyak oknum yang suka tiba-tiba memasang harga tinggi apabila tidak ditawar terlebih dahulu.

Oh ya, sedikit info tambahan nih. Saat datang ke Pura Uluwatu dan Besakih, setiap pengunjung yang memakai celana/rok pendek wajib menggunakan kain panjang atau sarung. Kain tersebut biasanya dipinjamkan secara gratis. Jadi apabila kalian bertemu orang yang menawarkan penyewaan kain panjang atau sarung, jangan mau ya.

Additional information

Tiket Pura Tanah Lot : Rp 10.000,-/orang

Tiket Pura Ulun danu : Rp 10.000,-/orang

Tiket Pura Luhur Uluwatu : Rp 15.000,-/orang

Tiket Pura Besakih : Rp 15.000.-/orang

© kelilingbumi.com. All rights reserved. Do not duplicate without permission.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*