Negeri Kincir Angin..

NETHERLANDS


Ketika sedang membuat itinerary untuk perjalanan ke Belanda, kata ‘windmill’ lah yang muncul pertama kali dalam pikiran saya. Rasanya jika ke Belanda, tapi belum lihat bangunan kincir angin ini, belum ke Belanda namanya. Hehe. Sejak dulu, image windmill telah menjadi icon yang identik dengan negeri Belanda. Windmill sendiri awalnya berfungsi untuk menguras air yang masuk ke daratan. Hal itu dikarenakan posisi dataran Belanda yang lebih rendah dari permukaan air laut, sehingga membutuhkan windmill tersebut untuk membuat daratannya tetap kering. Tapi windmill yang nanti akan saya ceritakan dapat bekerja untuk fungsi lain juga.

Di Belanda, ada 2 tempat yang sering dikunjungi wisatawan untuk melihat kumpulan windmills tersebut. Sebenarnya ada banyak windmill yang tersebar di Belanda, namun hanya berjumlah satu windmill saja. Sedangkan lokasi untuk melihat bermacam-macam windmills sekaligus hanya ada di Kinderdijk dan Zaanse Schans.

 

Kumpulan windmills terbanyak berada di Kinderdijk, yang berada di selatan Belanda. Di sana terdapat 19 windmills yang masih dapat beroperasi dengan baik. Jika menginap di Rotterdam, saya sarankan untuk mengunjungi Kinderdijk, karena letak lokasinya yang cukup dekat. Kawasan Kinderdijk telah ditetapkan sebagai world heritage site oleh UNESCO pada tahun 1997. Windmills pada Kinderdijk merupakan windmills tua dan berumur ratusan tahun. Semua windmills di sini sangatlah otentik, karena memang dijaga agar tetap sama dengan bentuk awalnya.

Namun karena letak hotel saya selama di Belanda berada di Amsterdam, maka saya memutuskan untuk mengunjungi Zaanse Schans yang berada di utara Belanda. Jarak antara Amsterdam dan Zaanse Schans hanya sekitar 20 km. Akan tetapi, karena saat itu sudah cukup sore, akhirnya kami pun memutuskan menggunakan taxi saja dengan ongkos € 70 untuk pulang-pergi. Fiuh! Mahal ya boo, ongkos taksi di Eropah. Padahal kalau saja saat itu masih siang, kami bisa menggunakan train yang hanya memakan waktu 20 menit dari Amsterdam Central Station, dengan ongkos € 3 saja.

Oke, sekarang ceritanya fokus pada Zaanse Schans yang merupakan kawasan yang benar-benar disiapkan sebagai tempat wisata windmill untuk para wisatawan. Untuk masuk ke kawasan Zaanse Schans, pengunjung tidak dikenakan biaya masuk. Tetapi untuk masuk ke museum maupun windmill di dalam kawasan tersebut, barulah pengunjungnya dikenakan biaya. Saat memasuki kawasan ini, kami disambut dengan pemandangan hamparan rumput yang hijau dengan kuda, sapi dan domba yang sedang asik merumput. Selain itu, ada juga rumah-rumah tua yang didominasi dengan cat berwarna hijau. Warna hijau merupakan ciri khas arsitektur warga lokal di daerah ini. Rumah kayu tersebut ada berfungsi sebagai cafe dan toko souvenir, namun ada juga yang masih digunakan sebagai tempat tinggal oleh penghuninya.

Terdapat 6 windmills besar yang beroperasi di kawasan ini. Berbeda dengan Kinderdijk, windmills pada Zaanse Schans terlihat modern dengan warna catnya yang agak mencolok. Bangunan windmills dapat dimasuki oleh pengunjung apabila ingin melihat cara kerjanya. Keenam windmills tersebut adalah windmill De Huisman beroperasi untuk pengolahan bumbu, De Kat untuk pembuatan cat, De Gekroonde Poelenburg dan Het Jonge Schaap untuk menggergaji kayu, De Zoeker dan De Bonte Hen untuk memproduksi minyak.

Tidak hanya windmill saja yang dapat dinikmati di kawasan ini, tapi para pengunjung juga dapat menyaksikan berbagai demonstrasi atau peragaaan yang beragam, seperti proses penyulingan minuman beralkohol, pembuatan coklat, keju hingga sepatu kayu khas Belanda (klompen). Selain itu, kawasan ini juga dilengkapi dengan beberapa museum seperti museum jam (Museum of the Dutch Clock), museum pembuatan roti (Bakery Museum), museum supermaket (Albert Heijn Museum Shop), dan museum mengenai pembuatan coklat dan kue dengan peralatan jaman dahulu (Zaans Museum).

Untuk menikmati Zaanse Schans bisa dilakukan dengan berjalan kaki santai, menyewa sepeda atau mengikuti tour dengan kapal menyusuri Sungai Zaan. Yang agak merepotkan di sini adalah setiap masuk dalam windmill dan museum kita harus membayar lagi. Tetapi kalau untuk atraksi peragaan atau demonstrasinya tidak dikenai biaya kok. Sebenarnya para pengunjung disediakan fasilitas ‘Zaanse Schans Card’ yang memberikan akses masuk ke dalam bangunan-bangunan dalam kawasan tersebut serta diskon pada toko souvenir dan restaurant. Tapi kartu itu memiliki kekurangan yaitu tidak berlaku di setiap bangunan, ada beberapa museum dan windmill yang masih mengharuskan untuk membayar tiket masuknya. Begitu juga dengan diskonnya yang hanya berlaku di beberapa toko saja. Saran saya jika penasaran dengan cara kerja dan interior di dalam windmill, pilihlah beberapa saja yang menurut kalian menarik untuk dimasuki. Karena kalau masuk ke semua windmill tersebut, rasanya agak boros juga ya.

Additional information

– Zaanse Schans Card : € 10

– Tiket masuk setiap windmill : € 4

– Tiket Zaans Museum : € 9

– Tiket Museum of the Dutch Clock : € 10

– Masuk Bakery Museum dan Albert Heijn Museum Shop : free

 © kelilingbumi.com. All rights reserved. Do not duplicate without permission.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*