Sunrise and Sunset..

Istilah hunting sunrise atau sunset pasti sudah tidak asing lagi bukan? Bahkan hal ini telah menjadi ritual rutin bagi beberapa traveler. Rasanya tidak lengkap traveling-nya tanpa dokumentasi sunrise atau sunset. Saya sendiri sering kali menyempatkan waktu di kala traveling untuk ber-hunting ria momen ini.

Yah seperti pendapat banyak orang kalau mengabadikan momen sunset itu jauh lebih mudah dibanding sunrise, dan saya pun setuju banget dengan pendapat itu. Foto sunrise saya banyak yang ‘gagal’ dibanding sunset. Perjuangan untuk hunting sunrise itu jauh lebih ‘berat’ dibanding sunset yang fun banget.

Kalau hunting sunrise, kalian harus bangun pagi-pagi banget. Yang dimaksud pagi banget itu adalah kalian harus muncul sebelum mataharinya muncul. Di tengah kondisi gelap-gelap begitu, harus cari spot yang oke, terus setting tripod dan kamera. Nah, ini nih perbedaan yang menonjol saat huting sunrise, untuk kamera DSLR sebaiknya pake tripod biar hasilnya gak goyang. Karena saat sunrise itu adalah keadaan dari gelap ke terang sehingga belum banyak cahaya di sekitar, sedangkan kamera butuh cahaya untuk bekerja. Untuk itu tripod fungsinya membantu menjaga kestabilan kamera sewaktu kamera mengumpulkan cahaya dalam waktu yang tidak sebentar pastinya. Jadi kalau saya sedang malas bawa tripod, bisa dipastikan saya akan bangun siang selama traveling. Hehe.

Beda banget sama sunset, ini fun banget ngerjainnya. Abis keliling sana sini, trus tinggal cari spot sambil bawa cemilan, udah deh tinggal nunggu momennya aja itu mah. Terus gak perlu nenteng tripod lagi. Karena ini kan pas keadaan langit lagi terang menuju gelap, jadi cahaya di sekitar masih cerah dan kamera gak perlu waktu lama untuk mengumpulkan cahaya. Tinggal jepret jepret, selesai deh.

Ini ada beberapa foto sunset dan sunrise yang punya cerita dan lumayanlah menurut saya. Di mulai dari Pandeglang ya, ketika perjalanan dari Bandung menuju Tanjung Lesung. Saat mata masih benar-benar berat rasanya, tapi harus tetap melek nemenin yang nyetir semalaman, tiba-tiba ngeliat warna langit yang cantik banget. Kami pun sepakat berhenti dan mengeluarkan gear masing-masing. Saya pun langsung loncat ke tengah-tengah sawah buat cari spot yang oke. Yang tadinya badan lemes, langsung seger lihat matahari.

Kenapa saya semangat banget ngejar sunrise-nya? Karena hunting sunrise yang benar-benar diniatin di trip sebelumnya gagal total. Jadi ceritanya kemarin lagi main di Pulau Pramuka (Pulau Seribu) nih, biar view pas sunrise-nya oke, saya pengen hunting sunrise dari atas tower. Mulai dari hari pertama yang hunting rame-rame, sampai akhirnya tinggal saya sendiri yang bolak-balik naik tower tiap subuh demi 1 foto sunrise. Entah kenapa seminggu itu langit di Pulau Seribu selalu mendung, makanya sunrise selalu gagal deh. Huff. Jadilah pas momen di Pandeglang ini bener-bener excited banget!

Okay, karena foto sunrise saya yang lumayan cuma itu aja, mari beralih ke foto sunset aja ya. Hehe. Lanjut ke tetangganya Pulau Seribu nih, foto berikutnya adalah langit kota Jakarta. Jarang-jarang kan bisa lihat warna kayak gini. Foto ini diambil saat kami sedang merayakan pergantian tahun di Ancol, tepat di tanggal 31 Desember. Untungnya saya sedang pegang kamera sore itu, langsung lah saya abadikan sunset indah itu, kayaknya tinggal belasan tahun di Jakarta baru kali ini dapat kesempatan seperti ini.

Berikutnya, kita ke Bali ya. Dari dulu saya ingin sekali foto sunset dengan siluet pura di depannya dan setelah coba sana sini, Uluwatu adalah yang paling saya sukai. Terus sunset oke lainnya di Bali adalah di Balangan, kalau kata mas Handy sang fotografer handal yang menetap sekian lama di Bali, di Balangan lah kita bisa dapat foto sunset nyaris mirror.

Biasanya pantai identik dengan pohon kelapa kan? Nah ini salah satu pohon kelapa di Derawan yang mewakili foto sunset selanjutnya. Biasanya orang akan kesulitan kalau pohon kelapanya tinggi, jarang-jarang kan bisa menemukan pohon kelapa serendah ini dan pas posisinya dengan arah mataharinya. Kalau pohonnya rendah bisa jadi foreground yang oke kan.

Dan yang terakhir ini adalah foto yang penuh perjuangan ngambilnya. Fiuh! Foto ini diambil di daerah Karst Citatah, Jawa Barat. Foto ini perjuangannya itu harus manjat-manjat tebing dulu. Udah gitu gak ada tempat yang landai lagi, jadi harus naik terus sampai menemukan pegangan yang stabil. Saya dengan 2 teman manjat sambil gendong DSLR+tripod dan itu bawahnya lumayan curam loh. Pas naik sih, masih oke, cuma napas doang yang ngos-ngosan. Tapi pas turunnya, saat matahari udah gak ada, oh my God, itu gelapnya minta ampun. Harus turun tebing, tanpa ada penerangan sedikit pun. Beginilah hasilnya kalau anak muda terlalu spontan. Haha. Main hajar aja, tanpa pikir panjang. Saya bersyukur kami semua bisa turun dengan nyawa dan kamera selamat semua. Hehe. Biasanya fotografer itu kan lebih sayang kamera dibanding nyawa sendiri. Oops!

Yah, kepuasan tersendiri buat saya bisa punya beberapa koleksi sunset dan sunrise di Indonesia. Alam Indonesia itu indah banget apalagi karakternya yang beragam, misalnya tebing, gunung, laut, atau bahkan goa pun bisa jadi foreground atau siluet yang keren bukan? Siluet aja udah keren apalagi yang berwarna? I love Indonesia. [Jan’13]

 © kelilingbumi.com. All rights reserved. Do not duplicate without permission.

One Response to Sunrise and Sunset..
  1. Idris says:

    Gila, keren bangat fhoto-fhotonya, jadi ngiri 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*