Muck Diving at Lembeh Strait..

Ketika baru terjun ke dunia diving, saya suka banget sama terumbu karang. Setiap melihat hamparan coral, girangnya minta ampun. Namun lama-lama bosan juga, masa diving kemana-mana yang dilihat cuma coral lagi dan lagi. Lalu mulailah saya beralih kegemaran ke ikan dan mamalia air raksasa, seperti Manta, Hiu, Mola-mola hingga Whale Shark. Rasanya benar-benar takjub jika berhadapan langsung dengan mereka ini. Apalagi jika ketemunya yang segerombolan seperti barracuda atau giant tuna, sudah ukurannya besar, panjang pula, dan rame lagi. Antara seru, takjub, ditambah takut-takut sedikit kalau dikeroyok mereka. Haha.

Dulu saya pernah mendengar beberapa kali info mengenai Lembeh. Tapi begitu tau kalau ternyata diving di sana itu isinya pasir semua, ih apa serunya (itulah yang ada di pikiran saya dahulu). Namun seiring waktu, pengetahuan saya mengenai mahluk laut pun terus bertambah. Sampai akhirnya saya menyadari ternyata makhluk laut di Lembeh itu unik dan aneh banget, belum pernah saya liat sebelumnya. Ok, ini saatnya nyobain diving tanpa hamparan coral dan gerombolan ikan-ikan nih, hanya ada padang pasir yang berwarna gelap. Diving di tempat seperti ini disebut juga dengan muck diving.

Begitu sampai di Manado, saya langsung putuskan akan lebih fokus diving di Lembeh daripada di Bunaken. Sampai-sampai saya diving 4 x sehari di Lembeh, termasuk night dive juga.

Akhirnya saat yang ditunggu pun tiba. Begitu semua gear siap, saya langsung nyemplung pertama. Lembeh memang benar-benar unik ya. Baru kali ini, saya liat diver – diver pada tiduran di pasir. Haha. Mereka bukan sedang tidur siang kok, tapi sedang mencari posisi stabil (tiarap) untuk memotret objek yang sedang mereka intai. Selagi meluncur turun, di bawah saya bergelimpangan diver tiarap yang sibuk dengan lampu flash-nya, kayak main perang-perangan.

Lagi asik celingak celinguk, tiba-tiba ada bunyi “ting-ting” yang kencang. Wah, guide saya menemukan sesuatu nih tampaknya. Wow, itu Orang Utan Crab ternyata! Pas baru selesai moto, tiba-tiba ada bunyi “ting-ting” lagi. Wih, ada makhluk unik apalagi ini? Saya pun segera meluncur, dan ternyata ada Ambon Scorpionfish, terus ada Spider Crab juga. Aaah, ya ampun, mereka benar-benar makhluk ajaib buat saya, unik banget bentuknya! Setiap saya sibuk menjepret, si mas guide langsung bergegas mencari makhluk unik lainnya. Jadi begitu puas jepret-jepretnya, terus menoleh ke arah guide, si mas guide udah tersenyum lebar sambil menunjuk ke arah temuan unik lainya. Wuih, sungguh guide yang mengagumkan. Dan begitu seterusnya, membuat saya benar-benar gak bisa berhenti menjepret, banyak banget makhluk uniknya di sini. Makhluk  laut yang nyaris belum pernah saya temui sebelumnya. Muck diving emang unik banget, apalagi Lembeh ini salah satu spot muck diving yang terkenal banget di kalangan diver dunia.

Di Lembeh, saya bertemu berbagai macam jenis makhluk unik lainnya, mulai dari jenis kepiting, sea worm yang beraneka bentuk, Mantis beserta jenis udang-udangnya lainnya, kuda laut dan juga si Pigmy yang mungil, Scorpion Fish, Lion Fish, sea snail yang terkenal akan racunnya, Flounder Fish yang sibuk menyamar di pasir, gerombolan catfish (sejenis ikan lele) yang bergaris hitam putih, Pipefish yang bersembunyi di antara bebatuan, si unik Banggai Cardinal Fish, juga Leaf Fish yang tipis dan melambai-melambai kayak daun hingga si lucu “Spanish Dancer” yang kalau melayang bentuknya jadi merumbai-rumbai.

Ternyata tidak hanya itu, di sini saya banyak bertemu dengan cumi dan gurita yang sibuk berlalu-lalang loh. Terus ada Moray dan Ribbon Eel yang hobi main petak umpet. Juga segudang nudibranch yang berwarna warni di setiap spot. Belum lagi, ada Electric Clam yang berwarna merah terang dengan ‘rambut’nya yang menjuntai keluar. Dan yang paling saya tunggu-tunggu, yaitu si Frogfish, ikan yang tampangnya innocent campur bloon. Haha. Hokinya lagi, diving kami di Lembeh pun ditutup dengan perjumpaan dengan si Hairy Frogfish yang terkenal banget itu.

Ah puas banget diving di sini, ketemu banyak makhluk unik yang suka bikin saya bengong sambil mikir “ini apaan ya?” Haha. Begitu sampai resort, saya langsung meminjam buku tebal yang isinya katalog jenis-jenis makhluk laut. Dengan secangkir kopi, saya duduk manis sambil asik baca buku “biology” di tangan. Rasanya saya tidak bisa tidur, kalau sampai tidak tau nama makhluk apa yang saya temui tadi. Untungnya si divemaster-nya juga asik diajak ngobrol. Jadi, bisa nanya ini itu deh.

Hah, benar-benar pengalaman yang unik si Lembeh ini dan masih banyak makhluk laut ajaib lainnya yang belum saya sapa, terutama si Sea Dragon tuh. Berarti tandanya saya masih ada ‘hutang’ nih, semoga nanti ada kesempatan untuk kembali diving lagi di Lembeh. [Feb ’12]

 © kelilingbumi.com. All rights reserved. Do not duplicate without permission.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*