MIOSKON : Kiri Kanan Atas Bawah Ikan Semua..

Wow, ini dive spot kedua yang ter-oke di Raja Ampat, setelah Arborek. Bulan ini saya akan mengeksplor banyak dive spot menakjubkan di Raja Ampat. Asiknya, jangan pada iri ya.

Nah, sekarang ceritanya mau hunting foto Wobbegong Shark nih. Itu loh yang katanya hiu lokal Papua. Tempat yang terkenal banyak Wobbegongnya itu ada di sekitar Pulau Mioskon. Dulu sebenarnya saya pernah diving di Mioskon juga, namun entah kenapa kurang berkesan. Mungkin karena diving-nya ramean kali ya, sekarang sih cuma berdua doang. Menurut kabar yang beredar, seharusnya di spot ini akan ketemu banyak ikan juga loh. Tapi pas diving kemaren, jumlah ikannya biasa-biasa ajah tuh. Ah jangan-jangan salah spot lagi. Kali ini harus sesuai koordinat spot nih. Oke, segera berangkat ke arah Pulau Mioskon. Let’s go!

Berbekal 4 tabung, kami segera meluncur mengarungi lautan. Di sini, saya diajari cara mengemudikan long boat (semacam perahu besar yang banyak digunakan sebagai transportasi lokal di Raja Ampat.) Hm, berat-berat asik sih. Awalnya deg-degan gak jelas, soalnya khawatir nanti perahunya jadi terbalik. Habis terasa sekali manuver belok saya yang kasar banget. Sebentar ke kiri, terus ke kanan, terus belok ke kiri lagi. Haduh haduh! Paling repot itu kalau disuruh lurus ke depan, “ambil kiri, oke balas ke kanan, jangan kebanyakan kanannya, ayo balas kiri lagi, kanan dikit.” Terus aja kanan kiri mulu. Huff. Itu berat loh buat belokin mesinnya. Asalkan penumpangnya gak pada mabok, saya sih mau-mau aja disuruh nyetir lagi. Haha.

Ok, sampailah di spot yang kami tuju. Selesai persiapan, kami langsung turun ke kedalaman 14 m.  Di bawah air, kami menyusuri pinggiran wall-nya. Entah kenapa saya merasa berat banget mengayuhkan kaki. Yang ada saya selalu ketinggalan di belakang. Begitu curiga, saya pun segera mencari ganggang atau tanaman laut lainnya untuk melihat pergerakan arus. Tuh kan bener, kami sedang melawan arus sekarang. Pantes majunya berat banget, malah arusnya lumayan kenceng lagi. Huff. Saya pun segera memanggil buddy dan bilang kalau kami sedang melawan arus. Buddy saya pun menyarankan untuk naik ke atas, tapi saya gak mau. Menurut saya lebih baik kalo kami drifting mengikuti (bukan melawan) arus. Hah enaknya kalo drifting, tinggal diem aja sudah terdorong arus. Hehe. Cuma masalahnya untuk menuju lokasi Wobbegong yang kami tuju, sebenarnya kami harus melawan arus tersebut.

Kami pun merapat ke pantai Mioskon untuk beristirahat. Begitu long boat mulai mendekati tepian pulau, tiba-tiba ratusan kelelawar berterbangan di atas pulau. Wow! Siang-siang terik begini bisa melihat gerombolan kelelawar? Hm nampaknya, kelelawar itu terganggu dengan suara mesin long boat. Berasa seru campur serem sendiri berada di pulau yang penuh dengan kelelawar. Haha. Ternyata Mioskon juga disebut sebagai Pulau Paniki yang artinya Pulau Kelelawar. Tapi gak perlu takut, mereka bertenggernya di pepohonan tinggi kok. Jadi aman-aman saja kalau main di pantainya. Apalagi pantainya bagus banget loh, pasir putihnya halus dan luas. Kalo diving di sini tapi gak main ke pulaunya, rugi banget deh.

Kami pun lanjut lagi diving-nya, kali ini gak asal nyemplung ajah. Buddy saya turun terlebih dahulu untuk mengecek arah arusnya. Setelah dapat posisi yang pas, kami pun langsung meluncur ke bawah. Baru beberapa menit di dalam, saya benar-benar terkesima. Wow wow wow!! Di bawah sini ramai banget, bener-bener penuh dengan ikan. Saya beberapa kali nyaris tabrakan sama ikan-ikannya. Haha. Yang serunya, ikannya gak kabur loh kalau dideketin. Hah, benar-benar menyenangkan banget. Ini diving dengan ikan terbanyak yang pernah saya lihat, kiri kanan atas bawah depan belakang itu ikan semua. Berbagai schooling fish berseliweran di sini, mulai dari ikan karang sampai predator. Saya melihat beberapa Napoleon, Trevally, Sweetlips, Triggerfish, Butterflyfish, Snapper hingga Barracuda. Sebenarnya masih banyak lagi sih, cuma saya gak hafal semua jenis ikan euy.

Gara-gara terpesona dengan keramaian di sini, saya sampai lupa tujuan utama diving-nya. Ketika oksigen mulai menipis, saya baru inget sama Wobbegong yang kami cari. Ya ampun, dari tadi belum lihat Wobbegong ya? Kami pun mulai fokus mengecek setiap hole yang ada di situ. Katanya Wobbegong itu suka tinggal di lubang-lubang karang. Akhirnya mendekati di kedalaman 11 m, kami melihat ekor dari Wobbegong itu. Ah, itu dia yang dicari-cari! Namun arusnya benar-benar tidak bersahabat. Saya susah sekali untuk stabil karena terdorong arus terus-terusan. Walaupun dengan susah payah, akhirnya saya berhasil menjepret beberapa foto. Yeah!

Saking asiknya di bawah nih. Si buddy sampai lupa mengecek sisa udara ditabungnya. Di saat udara saya tinggal 30 bar, tiba-tiba dia langsung ngambil selang octopus saya. “Hah, tabung dia habis?! Ya ampun.”

Jadi cerita konyolnya gini nih, jam nyelam (baca : jam terbang) buddy saya itu udah “wah” banget. Jadi saya gak khawatir sama dia dan saya pun lupa untuk ngecek udara dia. (Kan rumus diving, harus saling mengingatkan dan menjaga buddy-nya) Di pikiran saya pun, pasti tabung saya yang akan habis duluan. Secara saya kan jarang diving selama ini, jadi napasnya pasti lebih berantakan. Sialnya, saya pun pas ngecek tabung, ternyata udah di angka 30 bar aja (kurang dari 10 menit, bisa jadi angka nol nih). Pertama kalinya kami bisa begitu lupa akibat super duper bagusnya di bawah sini. Wow banget! Tapi jangan ditiru ya. Ingat dilarang keras, keasikan di bawah sampai kelupaan mengecek udara dalam tabung!

Pengalaman diving ini benar-benar bikin nagih banget. Kalau disuruh diving di spot ini berkali-kali pun, saya pasti gak akan nolak. Asik banget dan mantap! [Nov ’11]

© kelilingbumi.com. All rights reserved. Do not duplicate without permission.

2 Responses to MIOSKON : Kiri Kanan Atas Bawah Ikan Semua..
  1. untungs says:

    Wahh..seru abis kayanya, pengen kesana 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*