Laut di Ujung Barat Nusantaraku..

Setelah keseringan nyobain bawah lautnya Indonesia bagian timur, akhirnya datang juga kesempatan buat nyobain yang bagian barat nih. Kalau dipikir-pikir keindahan bawah laut Indonesia kebanyakan terfokus di daerah bagian timur ya. Padahal di ujung barat Indonesia, ada juga daerah yang terkenal banget dengan keindahan bawah lautnya. Siapa sih yang tidak kenal dengan Sabang, sebuah kota yang terletak di pulau ujung barat Pulau Sumatra, yang namanya telah mengaung internasional. Pulaunya sendiri bernama Pulau Weh. Di sekitaran pulau inilah yang kaya akan terumbu karang dan biota lautnya. Namun sejak tsunami melanda daerah Aceh dan sekitarnya, termasuk juga Pulau Weh, rusaklah keindahan bawah lautnya. Karena itulah pamor Pulau Weh pun mulai meredup. Diperlukan waktu yang lama untuk mengembalikannya seperti keadaan semula.

Ada seorang bapak yang dengan tekun berusaha untuk memperbaiki keadaan terumbu karang di sini, beliau akrab dipanggil Pak Dodent. Beliau melakukan tranplantasi karang dan memberikan penyuluhan kepada penduduk sekitar untuk bersama-sama mengembalikan keindahan bawah laut di sini. Berkat usaha dan ketekunannya, Pak Dodent dianugerahi penghargaan Kalpataru oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2010.  Pada awal tahun 2011, Pak Dodent telah berpulang ke pangkuan Yang Maha Kuasa. Walau beliau telah tiada, namun jasa-jasanya tetap terkenang di hati. Terima kasih, Pak Dodent.

Berkat kerja keras Pak Dodent dan penduduk sekitar, kini keindahan bawah laut Pulau Weh telah jauh membaik. Para turis baik lokal maupun mancanegara telah banyak berdatangan untuk menikmati keindahan laut Indonesia barat ini.

Ternyata Pak Dodent ini mempunyai sebuah dive centre bernama Rubiah Tirta Divers, yang kini dikelola oleh ketiga anaknya. Ketika kami ke Rubiah Tirta Divers, kami disambut oleh salah seorang anaknya Pak Dodent yang bernama Mas Isfan. Mas Isfan ini juga yang menjadi divemaster kami untuk menjelajah laut Weh ini. Dari berbagai macam dive spot ditawarkan, akhirnya kami memilih 3 spot, yaitu Batu Tokong, Shipwreck, dan Underwater Volcano. Sebenarnya ada 2 spot lagi yang ingin saya cobain saat itu yaitu Barracuda Point dan sebuah spot yang entah apa namanya, namun isinya ikan-ikan besar semua (katanya panjang ikannya sepanjang badan orang dewasa). Namun saat itu keadaan arusnya kurang bersahabat sehingga tidak memungkinkan untuk kedua spot itu.

Ok, berangkat ke spot pertama, Batu Tokong. Katanya di sini banyak Moray Eel-nya, jujur ya saya sih gak tertarik lihat belut begituan. Tapi namanya trip ramean harus saling kompromi kan ya. Ketika diving kami nemu Sea Fan raksasa nih, lebarnya lebih besar dibanding badan 2 orang dewasa. Wuih, begitu lihat Sea Fan itu kami langsung sibuk foto-foto. Saking keasikan pose ini itu nih, saya sampai tidak sadar dengan kamera di tangan saya. Pas saya liat ke tangan, “loh loh kamera saya mana ya? Hah, kok gak ada!!” Saya langsung puter badan kanan kiri, celingak celinguk ke segala arah. Tapi tetep gak nemu juga, ya ampun beneran panik banget. Masa kamera hilang di laut? Arghh!

Saya pun langsung bertanya sama buddy dan divemaster saya. Yah namanya dalam air gimana coba ngobrolnya, dengan bahasa isyarat saya berusaha menanyakan apakah mereka lihat kamera saya atau tidak. Ternyata mereka juga tidak ada yang memperhatikan kamera saya. Spontan saya segera minta untuk naik ke permukaan, sebab saya yakin kamera itu pasti akan terapung ke atas. Rasanya ingin sekali segera meluncur ke atas, tapi kalau diving kan kita tidak boleh tiba-tiba naik ke atas begitu aja. Ada prosedur tertentu ketika mau naik ke permukaan yaitu harus naik bertahap.

Huff, begitu muncul di permukaan langsung ditampar-tampar sama ombak. Arus permukaannya kenceng banget. Berapa kali saya timbul tenggelam gara-gara dihajar ombak-ombak itu. Walau begitu, saya tetep berusaha untuk mencari kamera saya. Saya benar-benar perhatikan ke segala arah, tapi cuma air saja yang terlihat. Sampai dive boat menjemput pun, hasilnya tetap nihil. Hiks. “Ya ampun kameraku kemana kamu..” Haduh, jangan-jangan udah terbawa sampai ke negara tetangga lagi?!

Pencarian pun dilanjutkan lagi menggunakan kapal, “let’s go capt!” Setelah hampir sejam muter-muterin laut gak jelas gini, akhirnya sebuah benda yang mengkilat pun terlihat dari kejauhan. Hah, apa itu?? Dengan segera kami langsung ngebut ke sana. Wah, itu dia kamera saya! Ya ampun, di tengah laut begini ternyata dia masih selamat. Thank God.

Trus lanjut diving kedua nih, ke Shipwreck Point. Hm, hampir sama kayak wreck pada umumnya sih, isinya cuma bangkai kapal yang tenggelam di kedalaman 15-an meter. Kapalnya sendiri tidak berukuran terlalu besar. Tapi ruang kemudinya bisa kami masuki dengan leluasa loh. Saya pun langsung bergerak memutari badan kapal, beberapa bagian kapal banyak yang telah dipenuhi oleh karang-karang cantik. Namun untuk visibility di sini tidak terlalu bagus, jarak pandang paling cuma 3 meteran. Jadi foto-fotonya pun tidak terlalu jelas.

Takut hari keburu sore, kami pun bergegas ke spot terakhir. Ini adalah spot yang telah saya mimpikan sejak lama. Spot yang langka banget atau mungkin cuma ada di Weh aja kali ya, namanya Underwater Volcano. Di sini, kita bakal melihat banyak gelembung air yang keluar dari lubang-lubang pasir di dasar laut. Katanya gelembung air ini adalah hasil dari aktifitas vulkanis di bawah laut. Terus yang unik lagi, kalau ditanya suhu airnya dingin atau panas, jawabannya adalah panas. Tapi panasnya masih tergolong hangat kok, kalau panas banget mana bisa kami diving di sini. Haha. Saat diving, saya tidak melihat adanya karang sama sekali, semuanya cuma pasir dan gelembung air. Tapi saya sempat melihat sekelompok ikan kecil di sekitar gelembung-gelembung itu. Ternyata ada juga ikan yang hidup di sini toh. Walau tidak menemukan karang yang warna warni, tapi sensasi nyelam di antara gelembung air hangat berasa seru banget. Bener-bener pengalaman tak terlupakan. Wow!

Pulang dari sini, makin bangga jadi orang Indonesia. Apalagi saya telah membuktikan sendiri, kalau setiap sudut laut Indonesia dari barat hingga timur itu punya keindahan yang luar biasa dengan keunikan tersendiri. Wonderful Indonesia! [Jul ’11]

© kelilingbumi.com. All rights reserved. Do not duplicate without permission.

2 Responses to Laut di Ujung Barat Nusantaraku..
  1. Ini merupakan kawasan yang sangat populer untuk berselancar dan wisata bawah laut bagi para turis mancanegara.

  2. Aulia says:

    Pulau Weh ini yg diyakini orang luar pulau yang bergeser (weh: dalam bahasa Aceh) 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*