“Gelang Penyu” ?!

Pernah dengar istilah “gelang penyu”? Gelang ini terkenal sekali sebagai oleh-oleh dari Derawan. Kalau main ke Derawan pasti aksesoris inilah yang selalu ditawarkan oleh para penduduk setempat. Namun saya sama sekali tidak tertarik melihatnya.

Ceritanya, tanpa sengaja saya berjumpa langsung dengan pengerajinnya dan bertanya beberapa hal kepada beliau.

Saya : “dari mana dapat cangkang penyu itu, pak?”

Pengerajin : “kami membelinya dari orang yang mengambilnya di laut.”

Saya : “lalu orang yang jual itu, gimana cara ngambilnya?”

Pengerajin : “mereka mengambilnya dari penyu yang sudah mati.”

Merasa makin curiga saya pun bertanya lagi.

Saya : “kalau begitu banyak penyu yang mati di sini dong?”

Pengerajin : “tidak juga sih, kadang mereka juga mengambil langsung dari penyunya.”

Saya : “hah, terus penyunya gimana pak?”

Pengrajin : “oh, tenang aja nanti kulitnya bisa tumbuh lagi dengan sendirinya kok, seperti ganti kulit aja.”

Saat itu tidak banyak pengetahuan saya mengenai penyu, tapi jujur ya, saya merasa curiga dengan jawaban mereka. Kayaknya, gak pernah dengar penyu ganti kulit cangkang deh?! Namun saya hanya bisa terdiam saja dan mengamati mereka bekerja, dari mulai mengiris lempengan cangkangnya hingga menghaluskannya sampai menjadi gelang siap pakai.

Karena berasal dari cangkang penyu, ini menjadi oleh-oleh yang sangat primadona di sana. Harganya pun tidaklah murah. Teman-teman saya berburu gelang ini untuk oleh-oleh. Tapi entah mengapa saya sendiri tidak tertarik untuk membelinya baik untuk dipakai sendiri ataupun buah tangan, apalagi setelah mengetahui cerita mencurigakan di belakangnya.

Tidak lama dari tempat tersebut, saya bertemu dengan orang konservasi yang mengatakan bahwa setiap penyu yang diambil cangkangnya pasti akan mati. Mengambil kulit penyu tidak mungkin bisa, bila tidak membunuhnya terlebih dahulu. Penyu tidak mungkin dapat hidup tanpa cangkangnya. Mengambil kulit cangkang penyu sama juga dengan membunuh penyu itu sendiri.

Okelah di Derawan memang terdapat banyak sekali penyu tapi bukan berarti kita berhak membunuhnya satu per satu bukan? Penyu itu adalah daya tarik utama Derawan. Itulah faktor penting yang membuat Derawan menjadi terkenal seperti sekarang ini. Terlepas dari faktor pariwisata, penyu adalah hewan yang dilindungi secara internasional, karena jumlahnya yang kian lama kian menipis.

Bayangkan jumlah yang sudah sangat sedikit sekali seperti sekarang, masih harus terus dibantai hanya untuk dijadikan gelang. Tidak salah bila penduduk setempat ingin mencari nafkah tapi bukan dengan menjadi pembunuh penyu. Kalau jumlah penyu Derawan menjadi semakin sedikit, maka akan mengurangi jumlah pengunjung yang datang. Alhasil, seberapa bagus pun gelang itu dibuat, tidak akan ada yang membelinya bukan?

Mata pencaharian penduduk setempat tidak akan mati jikalau mereka berhenti berburu penyu. Kita sebagai pengunjung cobalah menahan diri untuk tidak membeli gelang-gelang ini. Kalau tidak ada permintaan, mereka pun tidak akan membuat gelang itu. Jadi bukan hanya kesadaran dari penduduk setempat yang dibutuhkan, tapi kesadaran kita sebagai pengunjung pun sangat berperan di sini. Marilah kita sama-sama menjaga kehidupan penyu demi keindahan laut kita. [Mar ’11]

© kelilingbumi.com. All rights reserved. Do not duplicate without permission.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*