Tanjung Lesung, Kurang Cocok Buat si “Low Budget”..

Perjalanan dimulai dari kota kembang, Bandung, dengan menempuh ratusan kilometer dan juga menembus kemacetan tol Jakarta. Huff! Padahal sudah sengaja berangkat malam loh, tepatnya jam 10 malam. Tapi tetep yah, harus lewat macet juga. Maksudnya jalan malam sih, biar tiba di lokasinya pas pagi hari.

Sesuai rencana, jam 7 pagi, kami berhasil melewati gapura bertuliskan “Selamat datang di kawasan wisata Tanjung Lesung.” Setelah bergerak selama 20 menitan, tibalah di pos satpam penjaga kawasan ini. Dari sini, kami dikasih guest pass fungsinya kayak kartu tanda masuk gitu. Terus pas keluar dari kawasan ini, kartu itu wajib dikembalikan atau bakal kena denda sebesar Rp 30.000,-

Penasaran dengan fasilitas apa saja yang disediain di sini. Jadilah, kami langsung menuju ke beach club-nya. Apalagi yang berangkat para diver, jadi ingin cari tahu info diving nya terlebih dahulu. Ternyata untuk masuknya, kami harus bayar terlebih dahulu. Terus begitu tiba, kami cuma bisa bengong. Waw, sepi ya, gak ada pengunjung atau orang yang bisa kami tanya-tanya. Niat mau langsung mencicipi alam bawah lautnya pun terpaksa diurungkan.

Masih penasaran kenapa suasananya sepi, padahal lagi weekend gini, kami berpindah ke pantainya. Sebelum salah paham, mari dijelaskan dahulu apa yang dimaksud dengan kata “pantai.” Ternyata hampir semua penginapan (hotel maupun cottage) di sini terletak di pinggir pantai, sehingga sepanjang pantai tersebut milik hotel. Jika anda ingin bermain di pantai tersebut, berarti anda harus menginap di hotel yg berada tepat di depannya. Bahkan untuk melihatnya dari jalan pun sangat sulit, karena semuanya tertutupi oleh bangunan penginapan dengan rate berkisar dari Rp 800.000-an ke atas (mungkin karena akhir tahun juga kali yah). Bukan termasuk harga yang murah buat kami tentunya, sehingga akhirnya diputuskan untuk mencari penginapan di daerah Anyer Carita saja yang jauhnya sekitar sejam dari Tanjung Lesung.

Tapi ternyata pengelola kawasan ini masih berbaik hati menyediakan 1 pantai umum. Ketika keesokan harinya, kami pun kembali kesini lagi untuk mengunjungi pantai umum, yang ternyata bernama Pantai Bodur. Coba bayangkan, masuk ke pantai umum pun, kami harus bayar sebesar Rp 30.000,-. Menurut pendapat pribadi saya, jika dibandingkan dengan Bali atau Lombok yang pantainya gratisan, tenyata pantai berbayar ini jauh lebih buruk. Oh my god! Kalau saja, kami bisa melihat wujud pantainya terlebih dahulu, pasti gak akan bayar dan langsung putar balik. Nah ini, belum juga bisa mendengar deburan ombaknya, kami harus melewati satu pos penjaga lagi dan harus bayar terlebih dahulu. Ya ampun, Rp 30.000,- itu cuma bernyawa 30 menit saja, karena daripada merusak mood lebih lama, kami putuskan cepet-cepet keluar dari situ.

Tidak ingin perjalanannya jadi sia-sia, kami pun mencoba ke beach club lagi. Hah, hari ini lumayan banyak orang ternyata. Terus setelah nanya-nanya, ternyata di sini gak ada diving spot. Hanya ada buat snorkeling saja, dan itu pun cuma 2 spot doang. Mereka juga menyediakan fasilitas water sport seperti jetski dan banana boat. Terus ada juga Krakatau dan Ujung Kulon tour dengan harga 5,5 – 6 jutaan dengan max 8 orang.  Namun, harga-harga fasilitas di sini bisa dibilang tidak bersahabat. Contohnya, snorkeling doang kena charge Rp 50.000 – Rp75.000,-/jam. Buat pembanding, di Gili Trawangan, Lombok  yang merupakan salah satu snorkeling spot ternama di Indonesia, cuma Rp 15.000,-/set dan itu untuk sepuasnya selama 1 hari. Saya cuma bisa ketawa miris melihat daftar harganya.

Untung kami membawa snorkel set masing-masing, sehingga kita dapat bersnorkeling ria dengan gratis. Setidaknya trip ini tidak menjadi sia-sia banget. Hehe. Lalu, petualangan memasuki bawah air pun dimulai. Ternyata kehidupan bawah laut di pantai ini, letaknya agak menjorok ke tengah laut. Dari mulai menyusuri pantai hingga ke tengahnya, kami sama sekali tidak menemukan sesuatu yang spesial, hanya ada 1 coral spot, 1 Scorpion Fish dan beberapa ikan yang lalu lalang, selebihnya pasir semua. Yang parahnya, belum sempet menjelajah lebih jauh, tiba-tiba serangan ubur-ubur pun datang. Hah, semua badan bentol-bentol, malah panas terus gatel banget lagi. Ya ampun, dasar apes!

Kesimpulannya, setelah dijelajahi lebih dalam, menurut saya pribadi, kawasan ini nampak dikelola oleh satu orang atau perusahaan gitu. Terlihat seperi satu kawasan privat yang berisikan penginapan mahal. Antara satu penginapan dengan penginapan lainnya jaraknya berjauhan, sehingga harus diakses menggunakan kendaraan. Bahkan ada beberapa penginapan yang di kanan kiri jalannya berupa persawahan. Satu hal yang pasti, ini merupakan sebuah kawasan wisata berbayar yang cukup mahal. Walaupun mengingat snorkeling dengan snorkel set sendiri itu gratis, tapi bila dibanding semua yang kami alami dan perjuangan pulang pergi Bandung-Banten. Well, saya rasa kalian bisa menilai sendiri ya. [Dec ’09]

Additional information

- HTM Beach Club : Rp 10.000,-/car dan Rp 7.500,-/person

- HTM Bodur Beach : Rp 30.000,-/car

© kelilingbumi.com. All rights reserved. Do not duplicate without permission.

16 Responses to Tanjung Lesung, Kurang Cocok Buat si “Low Budget”..
  1. Aga says:

    tanjuung lesung mahh emang kacau,,sampah mulu lg,bayar dan bayar dsna mahhh,dr mulai pantai pertama anyer sampe ujung,yaitu tanjung lesung kya,gw udah masukin,,ga semua sii,,yg paling lumayan cm pantai pasir putih aja,,mendingan klo km ke sawarna aja,,,baguusss banget tuh pantai

  2. Wah,
    Rupanya sejak zaman saya masih ingusan sampai sekarang (sudah 15 tahun), Tanjung Lesung memang tidak bersahabat, ya.

    Batal deh niat ke sana.
    Ujung Genteng memang butuh perjuagan untuk ke sana: 8 jam dari Jakarta, tapi sangat-sangat-sangat worth-it.

  3. bucketofcherries says:

    Makasih ya udah posting tentang liburan ke tanjung lesung ini..wah wah tadi nya mau kesini cm pas baca review nya ihhh mahal amat dan sayang duitnya kalau ternyata ga secantik yg di umbar umbar di poster

  4. julian says:

    gan sekedar info saja.. gw kmrn ke pantai tanjung lesung…dari cilegon… awal brgkt exited bgt…perjalanan sktr 4jam udah sama makan di jalan sholat istirahat sgala macem… sampe tanjung lesung sekitar jam 3…. niatnya sih mau langsung ke pantainya, tetapi karena kita pake motor, kata petugas jaganya kita g boleh masuk. ktnya ini pantai umum terpilih. hanya yg pake mobil aja yg bs masuk.hahhhhh dlm hati gw..najis amat, dy pikir qt gabisa bayar masuk..dkira org ga punya cm pake motor.. gw sengaja mau motoran biar lebih seru aja..mobil mah ada, mobil kantor yg siap dbawa pun jg ada… yaudah dr situ gw kesel pake bgt.. soalnya penjaganya jg nyolot … langsung dah qt ke pantai sebelah yg katanya umum.sperti kata agannya emg bener pantai nya jelek..udah gt bayar 24 rb…. lañgsung dah qt cabut mending ke carita aja…… dari situ gw sangat nyesel …

  5. Bahri says:

    Info dong, kLo di pantai ujung genteng Ada lokasi pasir putihnya gak?…bisa untuk lokasi pernikahan?

  6. ryuta says:

    mau tanya donk..memungkinkan ga kalo mengadakan acara outbond tapi diorganisir sendiri??dan kemungkinan nginap d pantainya bukan d cottage ataupun d hotel (camping) bisa ga yah??thx mohon secepatnya d reply.. :)

  7. ira says:

    akir tahun 2012 kemarin juga penasaran mampir ke pantai ini, skrg basuk ke beach club nya bayar 75.000 per mobil. dan karena saat itu hujan kondisi pantainya butek, ga worth it dgn perjalanan dari tangerang.. hiks.. FYI 1 buah kelapa muda utuh dihargai Rp 10.000, -____-

  8. Tyo aja says:

    Wahhhh…… nyesek juga bacanya, pengen ke sana jadi ragu2

  9. gloria says:

    mending snorkeling di kepulauan seribu dong ya, puas dan tidak pakai mahal

  10. yusuf says:

    trims ya… infonya..tadinya sih..tertarik juga ingin kesana…

  11. @nouymous says:

    waduchhh…mending rencana ke ujung genteng aja nech.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>