Mengintip Tomohon..

Puas dive di Bunaken, akhirnya saya melanjutkan ke acara landtour nih. Setelah dari laut, seru nih main-main ke pegunungan. Saya pun memutuskan main ke Tomohon. Namun karena jaraknya termasuk jauh, akhirnya saya putuskan untuk menyewa mobil saja.

Hm, sebenernya cuma tinggal setengah hari sih, tapi daripada nganggur di resort, mending jalan-jalan walau hanya sebentar kan ya. Perjalanan dari Manado ke Tomohon sendiri memakan waktu sekitar 1 jam. Sepanjang perjalanan, mobil saya terus menanjak ke atas dengan jalan yang berkelok-kelok, hingga sampailah di Danau Linow.

Begitu turun dari mobil, saya langsung mencium bau yang menusuk tajam. Dari atas, saya melihat ada asap yang keluar di sepanjang pinggiran danau. Hm, pasti belerang deh ini! Dan benar, ternyata ini adalah danau dengan kandungan belerang yang cukup tinggi. Yang bikin danau ini menarik karena memiliki warna yang selalu berubah, tapi itu tergantung pada sudut pandang dan arah cahaya matahari. Jadi kalau kita melihat danau ini dari posisi dan waktu yang berbeda, kemungkinan besar akan berbeda pula warna danau sekarang dengan yang warna yang sebelumnya kita lihat.

Danau ini kini dikelola oleh pihak swasta. Untuk masuk ke area danau ini, pengunjung harus membayar sebesar Rp 25.000,- di depan pos masuk sebagai biaya retribusi. Sebagai gantinya, pengunjung bisa menikmati dengan nyaman dan santai sambil duduk di balkon cafe. Karcis itu pun bisa ditukar dengan secangkir minuman dan makanan ringan.

Karena hari semakin sore, saya pun melanjutkan perjalanan berikutnya menuju danau (lagi) yang namanya sudah cukup terkenal yaitu Danau Tondano. Ini adalah danau terluas di Sulawesi Utara. Begitu tiba, saya melihat tampilan Danau Tondano sangat jauh berbeda dengan Danau Linow yang saya lihat sebelumnya. Padahal, awalnya saya pikir sesama danau pasti tidak akan jauh berbeda kan. Tapi di sini, hampir di setiap tepiannya, saya melihat tanaman eceng gondok memenuhi danau. Bahkan, katanya danau terluas ini pernah hampir tertutupi seluruh permukaannya oleh eceng gondok. Untungnya, pertumbuhan dapat diatasi oleh para peneliti dari beberapa universitas.

Untuk meningkatkan pariwisata ke Bumi Minahasa ini, pemerintah selalu menggelar Festival Danau Tondano yang digelar setiap bulan November. Kegiatan yang biasa dilaksanakan berupa lomba perahu, perahu hias, lomba memancing, pagelaran seni budaya dan berbagai kegiatan lainnya.

Yah, ternyata sekarang matahari sudah benar-benar menghilang. Saya harus segera kembali ke Manado. Walau ceritanya cuma sedikit semoga bisa menambah wawasan ya. [Feb ’12]

© kelilingbumi.com. All rights reserved. Do not duplicate without permission. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*