Makan Siang di Gunung, Makan Malam di Pantai..

Ini adalah salah satu cerita liburan keluarga saya. Yang namanya liburan keluarga memang jauh dari gaya ala backpacker. Selain masalah stamina, lagipula sudah saatnya mereka (para orang tua) menikmati hasil kerjanya kan? Pendek kata, semua urusan liburan yang kali ini ke Bali, diserahkan pada tour agent. Bahkan sampai pemilihan destinasinya pun diserahkan pada mereka. Saya sendiri sebagai anak, sama sekali tidak terlibat dalam pengaturan jadwal wisata kami. Saya hanya ikut dan duduk manis bak turis. Kalau bukan bareng keluarga, kapan lagi saya bisa santai liburan seperti ini. Haha. Nah, inilah yang menyebabkan acara makan-makan kami menjadi unik.

Di suatu pagi, setelah dijemput oleh tour guide di hotel. Pertama, kami diajak untuk nonton pertunjukkan tari Barong. Dimana setiap pengunjung yang datang ke pertunjukkan disambut oleh seorang perempuan yang telah berbusana tradisional Bali dan diajak foto bersama. Ternyata setelah selesai menonton pertunjukkan, tiba-tiba kami ditawarkan piring hias yang ditengahnya telah ter-print foto kami sekeluarga bersama mba Bali tersebut, dengan harga Rp 10.000. Wow, ide souvenir yang unik, bukan?

Perjalanan kami pun dilanjutkan untuk makan siang. Bisa kalian bayangkan untuk makan siang saja, kami harus menempuh perjalanan hingga 3 jam lebih. Mau makan dimana sih, pak guide? Heran deh. Sepanjang perjalanan si bapak guide dengan semangat terus menerus menceritakan tentang keindahan tempat yang sedang kami tuju. Berbeda dengan adik saya, yang terus menerus “bersemangat” mengeluarkan isi perutnya alias muntah, karena tidak tahan perjalanan yang panjang. Haduh haduh.

Yeah, akhirnya sampai juga di daerah Kintamani,  ternyata tempat makan yang kami tuju benar-benar “wow.” Yah, saya merasa tidak rugi berjalan jauh kesini, tapi tidak tahu bagaimana pendapat adik saya ya? Hehe. Di sini kami makan siang bukan hanya dengan hidangan makan saja, tetapi ditambah sajian pemandangan Gunung Batur yang begitu indah. Jujur saja, tidak pernah terpikirkan oleh saya untuk berlibur ke gunung di pulau dewata ini. Menikmati makan siang sambil bersantai dengan udara sejuk ala pegunungan Bali, benar-benar merupakan sensasi baru.

Kemudian ketika hari mulai senja, perjalanan kami pun mengikuti ke mana arah matahari akan terbenam. Salah satu pantai di timur Bali pun, menjadi salah satu destinasi dalam itinerary. Kata bapak guide, kami akan diajak menikmati sunset dan jamuan makan malam di pinggir pantai. Nah, ternyata pantai yang dimaksud adalah Jimbaran. Daerah Jimbaran memang terkenal dengan daya tarik pusat makanan laut. Hal ini berawal karena sebagian besar warga di daerah Jimbaran berprofesi sebagai nelayan. Dimana semakin lama semakin banyak dari warga tersebut yang berinisiatif untuk mendirikan rumah makan dengan menu utama hidangan hasil lautnya.

Sambil menghirup udara laut, mendengar deburan ombak, menyantap sajian lezat dan sesekali melihat langit yang bertaburan bintang, memberikan pengalaman unik tersendiri. Kalau tadi siang, kami menyantap makanan dengan suasana sejuk dan tenang, sedangkan ketika malam kami menikmati hidangan dengan suasana romantis.

Bali memang punya segalanya, dalam satu hari saya berada di dua tempat yang berbeda jauh ketinggian-nya, namun sama-sama “wow” tempatnya. Tidak salah kalau banyak orang yang jatuh cinta dengan Bali atau jatuh cinta di Bali kali ya. Hehe. Semua keindahan alamnya terangkum dalam satu pulau anugerah dewata ini. [Oct ’07]

© kelilingbumi.com. All rights reserved. Do not duplicate without permission.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*