JFC : Karnaval Kota Kecil Berskala Dunia..

Ketika pertama kali mendengar kata “Jember Fashion Carnaval” atau akrab dengan sebutan JFC, saya benar-benar tidak bisa membayangkan karnaval seperti apakah yang dimaksud. Bahkan banyak orang yang mengartikannya sebagai festival pakaian tradisional daerah. Oh maaf, sangat jauh sekali dari gambaran itu, kawan.

JFC adalah sebuah fashion carnaval yang diselenggarakan di Jember setiap setahun sekali, dengan catwalk sepanjang 3,6 km. Lalu apakah yang spesial dari karnaval Jember ini? Karnaval ini menawarkan berbagai kostum unik dan menarik dengan skala internasional. Jika disamakan dengan skala dunia, mungkin mirip dengan festival Rio de Janeiro di Brazil. Bedanya karnaval ini lebih terfokus pada parade kostum unik yang dikenakan oleh  para modelnya. Mendengar ada karnaval seperti itu di Indonesia, benar-benar membangkitkan rasa penasaran saya, apalagi beberapa artikel yang saya baca mengatakan acara itu sudah terdengar gaungnya hingga dunia internasional. Saya harus ke sana (masa kalah sama bule), apalagi masih satu pulau dengan tempat tinggal saya.

Perjalanan kali ini saya tidak berpergian sendiri. Dimulai dari stasiun Gambir dengan menggunakan kereta api Gumarang menuju Surabaya Pasarturi dan akan dilanjutkan dengan kereta api Mutiara Timur dengan rute Surabaya Gubeng – Jember. Namun kesalahan fatalnya adalah kami turun di stasiun Pasarturi, sedangkan kereta berikutnya (Mutiara Timur) berada di stasiun Gubeng. Sekedar info, Surabaya memiliki 3 stasiun loh yaitu Stasiun Kota, Pasarturi dan Gubeng. Daripada bingung-bingung, akhirnya kami memilih kendaraan yang pasti-pasti dan jamin tidak akan nyasar yaitu si roda tiga “becak.”

Kereta api Mutiara Selatan menempuh waktu kurang lebih 4 jam. Ketika sampai, ternyata acara telah dimulai setengah jam yang lalu. Teman saya bernama Nadia memberitahu, “nanti begitu keluar dari stasiun langsung ke arah kanan saja, itu udah deket alun-alun. Soalnya jalan-jalan udah pada ditutup, satu-satunya cara cuma jalan kaki. Deket kok!” Tak mau kehilangan arak-arakannya, kami pun segera berlari mulai dari keluar kereta hingga menemukan gerombolan orang yang telah membuat barikade rapat di pinggir jalan. Ketika kami sampai, sudah ada 5 lapis orang di depan. Hah, benar-benar tidak terlihat apa-apa. Sudah jauh-jauh,  mau bagaimana lagi, kami pun segera mengeluarkan kamera berharap bisa memotret sesuatu.

Lucunya begitu melihat kamera DSLR, salah seorang dari penduduk lokal ada yang bertanya, “dari mana?” kontan saya jawab, “dari Jakarta, bu.” Mendengar jawaban saya dengan spontan dia langsung berkata pada orang-orang di depannya, “awas, minggir, ada wartawan dari Jakarta. Ayo, kasih jalan.” Hah? Walaupun saya agak bingung, namun kami amat berterima kasih dengan ibu itu. Haha. Akhirnya kami berhasil menerobos barikade manusia tersebut dan berada di barisan paling depan. Menjadi penonton paling depan rasanya senang sekali bisa melihat karnaval seunik ini dengan mata kepala sendiri.

Oya, setiap tahun karnaval ini selalu mengusung tema yang berbeda. Kali ini, saya mengikufi JFC ke-8 dengan tema kostum yang terinspirasi dari Nusantara Papua, Jawa dan kekayaan alam Indonesia. Terus yang unik lagi pada karnaval ini adalah kendaraan yang digunakan oleh para polisi dalam mengiringi arak-arakan. Siapa yang menyangka walaupun menggunakan sepeda, para polisi ini tetap terlihat gagah. [Agt ’09]

Additional information

– Terminal utama : Tawang Alun / Teminal Jember (6km dari kota)

– Bus rute Banyuwangi – Jember : Rp 21.000.-

– Bus rute Kalibaru – Jember : Rp 8.000,-

© kelilingbumi.com. All rights reserved. Do not duplicate without permission.

6 Responses to JFC : Karnaval Kota Kecil Berskala Dunia..
  1. yuri putra says:

    Jangan lupa dateng lagi taun depan…. JFC ke XII taun 2013 bakal diadain selama 3 (tiga) hari, mulai tanggal 23 sampai 25 Agustus 2013.

  2. Dina says:

    Loh, datang hari sebelumnya? apa harus ngecup tempat semalem? Tapi iya, gak nolak kalo dikira wartawan gitu, hehe. Cuman kalo pake kamera saku doang, kayaknya ga ada yg percaya.
    Sayangnya ga bakal di Indo bulan Juli ini…

    • kelilingbumi says:

      Haha, bukan buat ngtag tempat semaleman, mba.
      Kan kalo dateng sehari sebelum, jadi bisa lebih santai.
      Bisa datang ke tempat arak2an lebih awal, terus bisa milih tempat teduh juga (di bawah pohon maksudnya). Hehe.
      Kalo kami kmrn kan bner2 telat tuh datengnya.. xp

      Oh, masih berkelana di luar sana ya, mba.
      Wah, semangat ya.
      Mau titip pesan, tolong ceritakan keindahan alam Indonesia disana.. =)
      Take care ya, mba.

  3. Dina says:

    Wah, asyik sekali, ini kota sahabat karib saya!
    Kalau saya yang dari Surabaya gini, bakal dipersilahkan melihat dari depan ndak ya? hehe

    • kelilingbumi says:

      Haha, itu kan kebetulan, mba Dina.
      Kalau kami tidak bisa melihat dari depan.
      Tidak akan ada foto-foto di atas. Hehe. xp

      Sebaiknya dateng sehari sebelumnya, mba.
      Jadi dapat mempersiapkan semuanya dengan baik, bisa dapat barisan depan lagi. xp
      Oiya, tahun ini diadakan bulan Juli.
      Ayo, mba ikutan juga, seru loh, deket juga dari Surabaya. =)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*