Di Utara Tanah Toraja..

Tik tok tik tok, sudah hampir 2 jam kami menunggu di Terminal Bus Daya, Sulawesi Selatan. Kami menunggu bus Litha yang akan mengangkut kami ke Tanah Toraja. Sebenarnya kami yang datengnya terlalu cepat sih. Kami kan tidak bisa memprediksi keadaan lalu lintas di Makassar, siapa tahu macet juga seperti di ibukota.

Sebenarnya ada banyak bus dengan tujuan Toraja, tapi menurut rekomendasi yang kami dapatkan bus Litha adalah rekomendasi terbaik. Perjalanan dari Makassar ke Rantepao (kota terbesar di Toraja) akan memakan waktu selama 8 jam. Walaupun terdapat beberapa kota di Toraja, kebanyakkan dari bus-bus tersebut akan berhenti di Rantepao.

Kira-kira pukul 12 malam, kami tiba di Rantepao. Untungnya pas turun bus, kami bertemu pemuda-pemuda yang mau mengantarkan kami menuju penginapan yang mungkin masih buka segitu. Ingat ini penginapan loh, jadi bukan kategori hotel berbintang dengan resepsionis yang berjaga 24 jam. Akhirnya, kami menginap di Pia’s Poppies Hotel dengan harga Rp 90.000,-/malam. Murah bukan?

Keesokan paginya kami segera bergegas menuju Pusat Informasi Pariwisata atau Tourist Information Center-nya Toraja. Di sana kami dihadiahi 1 peta, 2 brosur dan segudang informasi. Begitu selesai, kami langsung mencari tempat sewa motor. Tenang ajah, di sini banyak banget kok tempat sewa motornya.

Kota Rantepao terletak di tengah, kalau dilihat dari peta lokasi wisata. Jadi kami putuskan untuk menuju utara dahulu baru ke selatan. Tujuan pertama kami menuju ke Bori’ Kalimbuang yaitu suatu kompleks yang berisikan kuburan batu. Di dalamnya juga banyak sekali menhir-menhir yaitu batu jaman megalitik.

Berikutnya kami menuju Palawa’ yang merupakan salah satu desa tradisional terbaik di Toraja Utara (menurut kata brosur). Ada sebelas Tongkonan di Palawa’ dan salah satunya dihiasi oleh ratusan tanduk kerbau. Ornamen tanduk kerbau yang ada di depan tongkonan melambangkan kemampuan ekonomi satu keluarga. Setiap upacara adat di Toraja, terutama upacara pemakaman, akan menggunakan kerbau yang sangat banyak. Tanduknya kemudian dipasang pada tongkonan milik keluarga mereka. Semakin banyak tanduk yang terpasang di tongkonan, semakin tinggi pula status sosial keluarga pemilik tongkonan tersebut.

Oya, buat yang belum tau apa itu tongkonan. Tongkonan adalah rumah adat suku Toraja. Atapnya terbuat dari daun nipa atau daun kelapa. Di dalam terdapat ruangan yang dijadikan tempat tidur dan dapur. Tongkonan juga digunakan sebagai tempat untuk menyimpan jenazah anggota keluarga yang telah meninggal. Jenazah tersebut disimpan hingga menunggu acara pemakaman.

Selanjutnya, kami pergi ke Lo’ko’ Mata yang merupakan salah satu makam terbesar di Toraja dengan begitu banyak kuburan pahat. Sebuah batu besar yang dilubangi untuk meletakkan peti jenazah di dalamnya. Bila dilihat dari jauh, batu besar tersebut seperti memiliki banyak sekali jendela-jendela kecil. Nah karena yang ini letaknya tepat di sebelah jalan, makanya tidak ada tiketnya kali ya.

Objek terakhir di daerah utara yang kami kunjungi adalah Batu Tumonga. Berbeda dengan objek wisata lainnya, Batu Tumonga bukan wisata pekuburan seperti yang telah diceritakan sebelumnya. Batu Tumonga terkenal karena pemandangannya yang mempesona. Dari situ kami dapat melihat kota Rantepao dan bentangan sawah yang berteras-teras yang merupakan keindahan alam Toraja.

Udahan dulu ya cerita Toraja-nya. Jelajah Toraja bagian selatan nanti di cerita selanjutnya ya. [Jan ’10]

Additional information

– Tiket bus Litha (Makassar – Rantepao) : Rp 80.000,-

– Sewa motor : Rp 70.000,-/hari

– HTM Bori’ Kalimbuang : Rp 5.000,-

– HTM Palawa’ : Rp 5.000,-

© kelilingbumi.com. All rights reserved. Do not duplicate without permission.

2 Responses to Di Utara Tanah Toraja..
  1. kelilingbumi says:

    Gak perlu kok, tinggal datang ke dinas pariwisatanya aja.
    Di sana juga disediain peta wisata. Jadi, tenang aja. 🙂

  2. mawar says:

    apa ada syarat untuk pinjam motornya? misal uang DP, KTP dsb..
    Kondisi petunjuk jalan di daerah situ bagaimana?
    lebihbaikbertanya kan, drpd sesat d jln? =)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*