Cerita Spesial Perjalanan Ke Toraja..

Ternyata ketika dalam perjalanan menuju Toraja, bus saya melewati Pare-pare. Selama ini, saya tidak mempunyai bayangan apapun mengenai kota ini.

Ternyata Pare-pare adalah kota yang terletak di pinggir laut. Tetapi karena tempat duduk kami di sebelah kanan, sedangkan laut tersebut di sebelah kiri, memberikan pemandangan yang berbeda. Coba bayangkan ketika bus tersebut melaju sepanjang pinggir pantai, tetapi bukan suasana seperti Bali yang rasakan. Itulah memberikan kesan tersendiri bagi saya.

Ini adalah kamar mandi penginapan terunik yang pernah saya temukan. Penginapan ini bernama Pia’s Poppies Hotel, Rantepao. Kenapa unik? Lihat saja foto di atas ini. Haha. Bayangkan, ketika pertama kali kami tiba di situ, tengah malem, lagi cape banget, terus pas mau cuci muka malah lihat beginian. Haha, antara horror sama takjub. Saya tidak tahu apa fungsi dari batu-batu besar tersebut. Bahkan menurut saya, batu-batu itu membuat ruangan terasa lebih sempit. Apalagi batu-batu yang terletak di lantai, bayangkan kalo kita terjatuh di dalam, sangat membahayakan bukan. Walaupun begitu, harga kamar di penginapan ini tergolong ramah loh yaitu Rp 90.000,-/malam.

Nah, ini yang bikin saya paling kagum. Pertama kali saya melihatnya, apakah kalian pernah melihatnya di tempat lain sebelumnya? Sebuah papan hiasan gantung yang berisikan Pancasila dengan bahasa Inggris dan terpajang di sebuah café yang hampir semua pengunjungnya adalah turis asing. Nama cafe-nya Mart’s Cafe, Rantepao. Waw, melihat Pancasila dengan bahasa Indonesia di tempat umum saja sudah membuat saya takjub. Nah ini ditulis dengan bahasa Inggris terus dipanjang di antara kerumunan bule lagi. Tepuk tangan lah. [Jan ’10]

© kelilingbumi.com. All rights reserved. Do not duplicate without permission.

4 Responses to Cerita Spesial Perjalanan Ke Toraja..
  1. mawar says:

    ceritanya cukup informatif. tapi apa bisa mbk memberika alamat hotel Pia itu secara lengkap? krn sy berencana sampai ke Tanah Toraja jumat pagi ini. sy naik bis dan bingung untuk mencari penginapan murah di sekitar pemberhentian bis.

  2. andy says:

    hahahaha aku pernah kesana mbak…. tapi fokus di upacara adatnya ( upacara kematian ) bener – bener pengalaman yang indah… keramahan orang – orangnya dan alamnya… bener – bener istimewa….

    • kelilingbumi says:

      Haha, asiknya. Bikin iri deh.
      Iyaah, kami ke sana ketika awal tahun, bukan waktu yang tepat untuk acara ceremonialnya.
      Lagipula waktu itu Toraja termasuk salah satu daftar trip panjang kami.
      Makassar – Toraja – Bau Bau – Wakatobi. Tunggu tanggal mainnya ya. :D
      Jadi, tidak terlalu fokus di Toraja saja, Andy.
      Next time mungkin kalau ada kesempatan, kami bakal ikutan acara adatnya.
      Doakan ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>