Berbagi Bersama Anak-Anak Maratua..

Dengan pesawat terbang, kami menuju ke tanah Borneo. Ternyata, kami harus transit dahulu selama 1 jam di Bandara Sepinggan, Balikpapan. Lalu penerbangan pun dilanjutkan menuju Tarakan. Setibanya di Tarakan, sudah ada 5 mobil yang menunggu dan segera mengantarkan kami ke Pelabuhan Tengkayu.

Di pelabuhan sudah ada 1 speadboat carter-an yang siap mengantarkan kami ke Maratua. Perjalanan Tarakan-Maratua memakan waktu kurang lebih 5 jam. Sayangnya, ketika tiba di Maratua, hari sudah mulai gelap. Niat ber-sunset pun gagal tercapai.

Perjalanan dengan menggunakan berbagai jenis alat transportasi (udara-darat-air) pun membuat kami kelelahan. Kami pun segera menuju penginapan. Namun, keinginan untuk beristirahat dengan tenang pun sedikit terganggu. Kenapa? Karena sepanjang malam, kami selau mendengar suara lolongan anjing hutan, makin lama kian ramai, satu sama lain saling bersautan. Di Maratua, anjing hutan selalu berkeliaran di antara rumah penduduk ketika malam. Pantas saja, ketika sore tadi, segala macam alas kaki diminta untuk dipindahkan ke dalam rumah. Agar tidak dibawa anjing hutan ini, rupanya.

Yah, kegagalan ber-sunset pun, memompa semangat kami untuk bangun pagi. “Tidak boleh ketinggalan sunrise kali ini”, ujar dalam hati. Dengan kamera di tangan, kami pun melenggangkan kaki dengan riang menuju dermaga kecil. Beberapa rumah penduduk kami lalui, nampaknya belum ada aktivitas di dalamnya. Ternyata warga sini jarang yang bangun pagi toh. Hehe.

Langkah kaki kami terhenti sejenak, ketika melihat sebuah dermaga kayu yang cukup panjang. Di kiri kanannya, banyak kapal-kapal yang ditambatkan pada jembatan itu. Sebuah pemandangan yang indah di pagi hari. Deretan bakau pun, menambah kecantikan pesona alam di sini. Warna airnya yang kehijauan menjadi ciri khas tersendiri. Dengan langkah perlahan, kami menikmati pemandangan yang disajikan, sambil sesekali mengabadikannya dengan kamera. Tiba di ujung dermaga, kami pun segera duduk untuk mengistirahatkan diri, sambil bersiap membidik ke arah datangnya matahari. Namun sayang, awan lebih mendominasi langit pagi ini. Sinar matahari pun tak berhasil menembus tebalnya awan tersebut. Ah, sayang sekali.

Siangnya, kami pun mencoba mengintip alam bawah air di pulau ini. Hm, ternyata kehidupan di bawah sana tidak terlalu indah. Sebagian coralnya kebanyakkan telah mati. Lalu lalang ikan-ikannya pun sangat jarang. Huff. Mungkin ini hanya untuk spot snorkeling saja kali ya, karena kalau bicara mengenai spot diving, Maratua telah terkenal di kalangan para diver. Tetapi saran bagi diver pemula untuk ekstra berhati-hati bila ingin menjajal kebolehannya karena arus di sini terkenal sangat ganas.

Tidak jauh dari tempat snorkeling kami, ada sebuah resort dengan model rumah panggung di atas air yang bernama Maratua Paradise. Menurut kabar, resort ini milik seorang yang berkewarganegaraan Malaysia. Namun sebenarnya, bukan resort ini yang mau saya bahas melainkan sebuah bangunan di dekatnya. Bangunan itu adalah sebuah sekolah dasar negeri di pulau ini. Lalu apa yang spesial? Perjalanan kami ke sini tidak sekedar bersenang-senang sendiri, tetapi juga ingin berbagi kesenangan dengan anak-anak pulau. Kami ingin membagikan buku-buku bacaan yang telah kami bawa untuk mereka.

Ketika datang, kami disambut dengan sorak sorai. Kami pun langsung dikerumungi oleh anak-anak itu. Saat mulai mengeluarkan buku-buku untuk dibagikan, dengan antusias dan semangat mereka berebut satu sama lain, berlomba mendapatkan buku-buku itu. Senang rasanya melihat keceriaan mereka ketika menerima pemberian kami.

Semoga bermanfaat yah, dik. [Mar ’11]

© kelilingbumi.com. All rights reserved. Do not duplicate without permission.

2 Responses to Berbagi Bersama Anak-Anak Maratua..
  1. marilah kita bersama menggalakan bakti sosial agar kemiskinan diNegeri t”cinta dapat t’atasi….
    Mulailah dr diri kita sendiri…

  2. iman unpad says:

    saya bangga kenal wanita satu ini , perjuangan serta kreatifitasnya menjadi cermin bagi saya …thx a lot ^^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*